Proses wisuda dan kelulusan memang akan sangat menggembirakan bagi siapapun. Namun sayangnya, setelah lulus umumnya para fresh graduates ini akan kembali bingung karena ia harus segera mencari pekerjaan agar tidak menganggur. Meski telah mempunyai gelar sarjana, hal ini tak lantas melancarkan jalan mereka menempati posisi di perusahaan impian. Hal itu disebabkan karena persaingan mendapatkan pekerjaan sangat sengit dan ketat, membuat para fresh graduates ini tidak sedikit yang menganggur akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Melihat hal ini, beberapa dari para fresh graduates ini memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis dan menjadi entreprenuer. Keputusan ini memang tidaklah salah, mengingat kegiatan di dunia bisnis ini akan banyak membawa manfaat bagi yang menjalankannya. Bagi kamu yang juga menginginkan untuk menjadi pengusaha setelah prosesi kelulusan dengan modal yang minim, kamu bisa mencoba beberapa ide bisnis berikut ini.

1. Reseller Produk Online Shop

Menjadi Reseller Produk Online Shop via remoteonlineworkfromhome.com
Menjadi Reseller Produk Online Shop via remoteonlineworkfromhome.com
Ide bisnis dengan modal usaha minim pertama yang bisa kamu kerjakan setelah kelulusan adalah menjadi reseller produk online shop. Menjadi seorang reseller sebuah produk online memang tidak akan membuat kamu harus mengeluarkan uang sepeser pun. kamu hanya bertugas memasarkan produk dan ketika ada konsumen membeli produk kamu, maka kamu akan mendapatkan komisi dari hasil penjualan tersebut. Kegiatan stok barang dan pengiriman barang sendiri akan dilakukan oleh pihak supplier (online shop owner). Meski sangat menguntungkan, namun ada satu hal yang perlu kamu ingat yaitu untuk bisa menjadi reseller, kamu memang harus berjuang keras menawarkan jasa kamu kepada beberapa toko online. Tapi ketika kamu berhasil mendapatkan supplier (online shop owner) yang mau menerima kamu, yakinlah kegaiatan ini akan sangat menyenangkan dan memberi banyak manfaat.

2. Jualan Kartu Perdana Internet Murah

Jual Kartu Perdana Murah via cauchymurtopo.files.wordpress.com
Jual Kartu Perdana Murah via cauchymurtopo.files.wordpress.com
Internet memang telah menjadi sesuatu atau kebutuhan bagi banyak orang. Jika kamu memiliki channel atau jaringan agen atau distributor dari penjualan kartu perdana internet ini kamu bisa memanfaatkannya untuk usaha atau bisnis. Untuk memulai bisnis ini kamu tidak harus langsung memiliki tempat permanen sebagai toko. kamu bisa mulai memasarkan dan menjual kartu perdana internet ini secara langsung dari orang ke orang. Mulailah dari teman-teman atau mungkin adik tingkat yang masih kuliah atau sekolah. Penggunaan smartphone berbasis jaringan internet yang makin marak ini membuat peluang bisnis kartu perdana internet ini akan semakin besar menghasilkan keuntungan.

3. Penerjemah Bahasa Asing

Penerjemah Bahasa Asing via smartling.com
Penerjemah Bahasa Asing via smartling.com
Jika kamu adalah lulusan jurusan atau prodi bahasa asing, maka kamu bisa mencoba menjadi seorang translator atau penerjemah. Seorang translator saat ini memang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Dengan hanya bermodal laptop atau PC serta modem internet, kamu bisa mencari informasi job atau project translator secara freelance ini dibeberapa situs freelance job. Dengan sedikit negosiasi yang tepat, kamu bisa mengerjakan beberapa project dari sebuah perusahaan untuk bisa mendapatkan penghasilan atau pendapatan tertentu.

4. Jasa Desain Untuk Clothing Line, Website, atau Blog

Jasa Pembuatan Desain Untuk Website via bikinwebsite.net
Jasa Pembuatan Desain Untuk Website via bikinwebsite.net
Bertumbuh pesatnya media online tentu saja akan banyak membawa peluang dan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Media-media online yang bisa berupa website, blog dan clothing line ini bisa menjadi sasaran kamu untuk kamu maintenance sedemikian rupa dengan kemampuan desain yang kamu miliki. Jasa untuk membuat desain website ini memang kini banyak yang membutuhkan. Tak hanya datang perorangan, beberapa company atau perusahaan juga acap kali membutuhkan jasa desainer untuk media online yang dimilikinya. Untuk bisa mendapatkan uang dari jasa ini yang kamu perlukan hanyalah sebuah laptop, internet dan tentu saja keahlianmu. Pekerjaan ini juga bisa kamu dapat dengan part time untuk kamu kerjakan secara remote atau jarak jauh dari rumah.

5. Jasa Penitipan Anak

Tempat Penitipan Anak via viralportal.net
Tempat Penitipan Anak via viralportal.net
Dewasa ini beberapa orangtua memang banyak yang sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Terutama untuk masyarakat kota besar, fenomena orangtua yang kemudian harus menitipkan anaknya ke day care memang sudah sangat lumrah. Nah untuk kamu yang punya tempat yang cukup luas di rumah, kamu bisa memanfaatkanya untuk membuka jasa penitipan anak guna memperoleh penghasilan. Untuk bisa memulai usaha ini, kamu bisa mulai menawarkan jasa penitipan anak ini kepada para ibu-ibu pekerja atau mungkin ibu yang hendak pergi tapi tidak bisa membawa anaknya. Biasanya para penitip anak akan membayar kamu per hari saat ia menjemput lagi. Jika kamu bisa membuat pelayanan yang maksimal dan memuaskan untuk para pelanggan kamu, maka bisa saja kamu akan mendapatkan order yang lebih besar lagi.

6. Jasa Pesan Antar

Jasa Pengantaran Barang via i.huffpost.com
Jasa Pengantaran Barang via i.huffpost.com
Kebutuhan manusia akan layanan yang mudah dan cepat kini semakin tahun memang semakin diminati. Terutama di kota-kota besar, layanan yang mudah dan cepat ini sepertinya telah menjadi primadona konsumen. Tidak mengherankan bila kemudian banyak bisnis yang menawarkan layanan ekstra seperti order delivery untuk bisa memuaskan para pelanggannya. Meski telah banyak bisnis yang menawarkan layanan ekstra ini, ternyata permintaan pada jasa delivery ini tetap tak terbendung. kamu yang memiliki waktu dan kendaraan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa mendapatkan penghasilan atau pendapatan.

Caranya? Jalankan bisnis jasa delivery service yang secara khusus menjajakan jasa pengantaran apapun sesuai dengan kebutuhan orang. kamu bisa saja melayani beberapa jasa antar seperti jasa antar makanan, jemput anak sekolah, dokumen atau mungkin jasa antar laundry. Kamu bisa menentukan fee pengantaran berdasarkan jauh dekatnya jarak atau mungkin lama di perjalanan.

7. Pedagang Barang-barang Import

Jualan Barang Impor via blogspot.com
Jualan Barang Impor via blogspot.com
Terakhir, ide bisnis dengan modal minim pertama yang bisa kamu kerjakan setelah prosesi kelulusan adalah berdagang barang-barang impor. Jenis bisnis ini bisa dilakukan oleh kamu yang sering berpergian ke luar negeri atau yang punya akun pembayaran paypal. Kamu bisa berbelanja aneka barang dalam jumlah banyak dari di luar negeri dan untuk dijual lagi di Indonesia. Kamu bisa menawarkan harga yang lebih tinggi namun memiliki kelebihan jika dibanding mereka harus ke luar negeri dengan ongkos yang besar.

Berikan Komitmen Pada Hal Kecil

Itulah beberapa ide bisnis yang bisa kamu lakukan, jangan takut untuk mencoba, karena tanpanya kita tidak akan tahu apakah bisnis tersebut akan berhasil atau tidak. Meskipun keuntungan yang kamu dapatkan mungkin tidak sebesar yang diharapkan, namun berikan komitmen pada hal kecil, dengan begitu kamu akan siap menerima dan mengelola hal-hal besar yang nantinya akan dipercayakan kepada kamu. Karena ini bukan tentang seberapa besar yang kamu dapat, tapi tentang pengalaman yang dapat kamu gunakan kelak. Ingat proses yang kamu lewati jauh lebih berarti daripada besarnya hasil yang kamu dapat. Jadi jangan pernah merasa kecil hati meskipun hasil yang kamu dapatkan sekarang belum dapat memenuhi kebutuhan kamu seluruhnya. Jadi, sudah siap berbisnis?


Seiring dengan himbauan pemerintah untuk makin meningkatkan usaha produktif, sebagai generasi muda kita harus bisa menjawab tantangan tersebut. Berwiraswasta memang tak semudah menjadi pegawai kantoran yang dapat gaji rutin bulanan. Apalagi jika gajinya sudah terlanjur lumayan besar. Namun demikian, bagi yang suka tantangan, menjadi pengusaha layaknya sebuah perjuangan yang menyenangkan. Sebagian pengusaha pemula banyak yang berfikir usaha walaupun kecil butuh biaya. Ada benarnya namun hal itu tak mutlak. Jika  Anda jeli membaca informasi sebenarnya modal usaha itu bukanlah uang semata, namun kreatifitas dan waktu.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana waktu dan kreatifitas serta modal yang Anda miliki tersebut bisa membawa Anda menjadi pengusaha sukses. Bagi Anda yang masih bingung ide bisnis apa yang cocok bagi Anda dan bagaimana cara memulainya. Berikut ide bisnis yang menjanjikan dan cara memulainya:

1. Peluang Bisnis Pulsa Elektrik

Bisnis Pulsa Elektrik via blogspot.com
Bisnis Pulsa Elektrik via blogspot.com
Bisnis ini hanya butuh deposit awal paling sekitar Rp100.000 saja. Dengan modal segitu, Anda sudah bisa jualan pulsa. Tidak perlu ke mana-mana, lapak pulsa Anda bisa Anda bawa kemanapun Anda pergi. Tinggal kreatifitas Anda yang harus dipacu supaya lapak pulsa Anda dikenal dan bisa mendapatkan pelanggan tetap. Kunci sukses bisnis ini adalah layanan cepat, transaksi mudah, dan lancar. Biasanya kemudahan transaksi identik dengan bayar belakangan. Hal ini yang akhir-akhir ini banyak menimbulkan fenomena usaha pulsa jadi bangkrut. Tinggal bagaimana Anda memulai bisnis rumahan ini supaya bisa besar.

2. Menjadi Seorang Dropshipper

Manjadi Seorang Dropshipping via teropongbisnis.com
Manjadi Seorang Dropshipping via teropongbisnis.com
Dropshipping adalah bisnis menjual produk orang lain tanpa perlu membelinya. Fungsi Anda hanya sebatas sebagai perantara saja. Usaha ini tentu saja tanpa modal. Karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memulainya. Sebagai seorang dropshipper, tugas Anda adalah mencari pembeli dari pemilik barang. Anda dapat untung dari selisih harga jual yang Anda tentukan sendiri. Dropshipping merupakan sebuah usaha kecil yang menjanjikan dan dapat dilakukan hanya dari rumah atau dari mana saja menggunakan smartphone atau tablet  Anda.

Beberapa fasilitas pendukung usaha dropshipping Anda adalah grups BBM, WA, Instagram, Grup facebook, Twitter, atau dengan membuat toko online sendiri. Kunci sukses Anda adalah meyakinkan pembeli bahwa usaha Anda bukanlah penipuan, oleh karena itu tampilan dan produk harus meyakinkan. Pastikan smartphone Anda punya cukup memori dan processor sehingga bisa upload dan download gambar untuk memberikan layanan cepat dan mudah bagi pembeli Anda.

3. Menjual Ebook Melalui Internet

Menjual ebook via ggpht.com
Menjual ebook via ggpht.com
Menjual buku melalui penerbit jika Anda adalah pebisnis pemula yang belum dikenal, sudah pasti akan ditolak. Penerbit juga tidak ingin rugi mencetak buku dari penulis yang belum punya reputasi. Anda tidak perlu putus asa. Ada solusi kreatif dengan menjual buka Anda dalam bentuk Ebook. Ebook atau electronic book yaitu buku dengan format elektronik, yang umumnya berupa pdf fle, MS Word, PowerPoint dan lainnya. Apabila Anda memiliki banyak ide yang ingin dijual kepada pihak lain, Anda dapat membuatnya dalam bentuk ebook. Biasanya ebook yang laris berisi panduan, tips, dan trik untuk menghasilkan uang atau dalam bentuk informasi yang banyak dibutuhkan oleh pembaca. Tidak ada modal uang yang dibutuhkan untuk memulai bisnis online ini selain waktu, tenaga dan pikiran Anda saja. Ini benar-benar contoh usaha tanpa modal yang hanya meng Andalkan tenaga, dengkul, fisik dan otak Anda.

4. Ikut Program Affiliasi

Program Affliasi via dailysocial.net
Program Affliasi via dailysocial.net
Program Afiliasi, memungkinkan Anda mendapatkan komisi dari produk yang terjual melalui jasa promosi Anda. Jasa promosi bisa dalam bentuk iklan di blog atau website Anda. Kuncinya blog yang Anda miliki harus mempunyai jumlah pengunjung harian yang banyak. Bisnis ini sebenarnya tidak beda jauh dengan dropshipper dan reseller, di mana Anda sebagai penghubung antara pemilik barang dan penjual. Namun afiliasi umumnya melakukan usahanya secara online di internet. Di mana para affiliate ini memiliki situs, blog dan akun-akun media sosial untuk mempromosikan dagangan mereka.

Agar modal yang diinvestasikan pada bisnis ini tetap kecil, Anda dapat menggunakan fasilitas gratis yang banyak di internet untuk promo usaha Anda. Banyak sekali bisnis modal kecil untuk mahasiswa seperti ini yang diikuti banyak pelaku usaha muda.

5. Usaha berbasis Kerajinan Tangan

Usaha Kerajinan Tangan via pondokibu.com
Usaha Kerajinan Tangan via pondokibu.com
Bisnis bisa berawal dari hobi. Hobi membuat kerajinan tangan ternyata juga cukup menjanjikan. Beberapa ide bisnis yang bisa Anda geluti dari hobi ini adalah membuat kerajinan gerabah, kerajinan daur ulang sampah plastik, daur ulang limbah kaca, kerajinan rajut, kreasi kerajinan kain perca, kerajinan logam, lampion benang, kerajinan dari limbah kaleng, dan lain-lain.
Selain itu membuat kap lampu dari pasir, mika, eceng gondok, pelepah pisang, kayu, perkakas rumah tangga dari kertas bekas juga bisa dilakukan dari rumah. Bagi Anda yang kreatif membuat mainan dari kayu, misalnya puzzle, membuat souvenir berbahan baku resin, souvenir dari daun kering, souvenir dari serangga, limbah kepompong ulat sutera bisa menjadi alternatif lainnya. Kuncinya adalah menyediakan banyak waktu dan kreatifitas.

Kunci Sukses dan Tahapan Memulai Usaha Kecil

Usaha Kecil apalagi yang nyaris tanpa modal butuh ketekunan, usaha keras yang luar biasa. Jauh di atas rata-rata usaha yang punya modal besar. Namun demikian usaha keras tersebut tidak akan ada artinya manakala Anda salah mentor sehingga terjerumus ke mana-mana untuk mencoba tanpa ada yang mengarahkan, tidak bisa menghasilkan uang dan berujung pada putus asa.

a. Amati, Tiru dan Modifikasi

Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari, amati, tiru dan modifikasi. Perlu diingat, semua bisnis pasti ada model yang sudah pernah ada, bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

b. Cari Partner untuk sharing resiko

Kalaupun butuh modal, usahakan untuk tidak menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, apalagi Anda belum paham betul dengan risiko yang nanti akan terjadi, maka carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

c. Harga Waktu, Konversikan ke Uang

Konversikan waktu yang Anda keluarkan untuk berbisnis dengan uang. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu per jam. Tujuannya adalah membantu saat Anda harus mengambil keputusan: misalnya saja sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini prinsip dasar dari menghargai waktu.

d. Lakukan Secara Maksimal

Tahap awal memulai usaha, Anda harus bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan. Sebagai pengusaha pemula, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri. The company is me!

e. Rekrut Karyawan

Jika usaha Anda sudah mulai berjalan, jangan show of force sendirian. Mulailah untuk rekrut karyawan dengan baik. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa. Cari yang punya passion di bidang tersebut. Karyawan adalah kunci masa depan usaha Anda. Di tangan mereka visi misi Anda akan diwujudkan.

f. Manfaatkan Teknologi Terbaru

Karena usaha Anda berbasis online, maka gunakan teknologi terbaru. Teknologi baru seperti aplikasi dan penyimpanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Alokasikan waktu Anda untuk mempelajari beberapa perkembangan teknologi terbaru sehingga Anda bisa memanfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran untuk menunjang usaha Anda

g. Hindari perang harga dengan menjual kelebihannya

Hindari perang harga, dengan menjual kelebihannya, dan bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya, mengingat produk atau layanan Anda masih baru dan belum dikenal. Hindari bersaing pada harga, Anda pasti akan kalah dengan pemain lama. Jual kelebihan jasa atau produk Anda, kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Jangan Takut Mencoba

Memulai suatu bisnis memang bukanlah hal yang mudah, banyak tantang dan kendala yang nantinya harus Anda hadapi. Kuncinya adalah jangan pernah menyerah, karena disetiap tantangan yang Anda hadapi akan selalu ada pelajaran yang dapat Anda ambil. Tidak hanya itu, setiap kesulitan pada setiap tantangan akan membuat Anda lebih ulet dan gigih. Jadi, jangan takut mencoba!

Membeli rumah pertama tentunya merupakan salah satu keputusan besar bagi kita semua. Tingginya biaya rumah saat ini membuat para calon pembeli merasakan beberapa kesulitan, baik dalam membuat keputusan dan juga dalam permasalahan finansial. Simaklah tips di bawa ini untuk mempermudah Anda dalam membeli rumah pertama Anda, simaklah tips di bawah ini

1. Dapatkan Informasi Sebanyak Mungkin Mengenai Rumah Pilihan Anda

Informasi mengenai rumah baru Anda via housemoversingapore.com
Informasi mengenai rumah baru Anda via housemoversingapore.com
Sebelum membeli rumah idaman, pastikanlah bahwa Anda telah mencari semua informasi dengan teliti dan detail, khususnya informasi mengenai pembiayaan yang akan dipilih untuk membiayai pembelian rumah. Tips untuk melakukan hal ini adalah lihat dengan jeli dan cermat tabel cicilan Anda selama periode kredit. Bandingkan berapa besar perbandingan utang pokok dan bunga di awal periode kredit, serta berapa lama bung tetap yang berlaku. Tips ini disarankan untuk Anda, karena banyak orang yang membeli rumah pertama mereka dilandasi oleh keputusan rekomendasi dari teman dan kerabat.

Setelah mendapatkan semua informasi yang perlu Anda perhatikan, jangan lupa untuk menentukan anggaran budget Anda. Sesuaikan dengan pendapatan dan tabungan yang dimiliki. Perhitungkanlah biaya-biaya tambahan di masa depan seperti biaya renovasi, cukai, iuran komuniti penduduk ke dalam budget Anda. Kalau perlu, konsultasikanlah ke bank atau pihak properti.
Pertimbangan berikutnya adalah untuk melihat siapa dulu pengembangnya. Bagaimanakah track record developer tersebut selama ini? Apakah ada pembeli rumah yang kecewa? Perhatikan testimony para pembeli di internet. Apakah developer sering terlambat dalam serah terima rumahnya? Cek kualitas pembangunan projek-projek perumahan terdahulu.

2. Tentukan Cara Pembayaran Rumah

Membayar rumah via media.npr.org
Membayar rumah via media.npr.org
Umumnya cara-cara pembayaran rumah yang ditawarkan oleh pengembang adalah tunai keras, tunai bertahap, dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tunai keras mungkin bisa dilakukan jika Anda memiliki keuangan yang cukup. Para developer akan memberikan diskon besar bagi pembeli rumah dengan cara tersebut. Namun sebaiknya dihindari jika Anda tidak mampu membayar sekaligus dalam nominal yang sangat besar, dengan kata lain jika Anda perlu membayarnya dengan cicilan. Kalian yang memilih untuk menyicil dan kemampuan keuangannya pas-pasan, cara membayar dengan KPR dan tunai bertahap akan menjadi pilihan yang lebih aman.

Setelah menentukan cara membayar rumah Anda, tentukan juga biaya tambahan diluar harga beli rumah itu sendiri, seperti PPn, KPR, biaya peningkatan BPHTB, dan lainnya. Untuk kisaran harganya tidak dapat ditentukan secara pasti, karena tentunya beragam di setiap rumahnya, namun dapat dialokasikan sekitar 15 – 20 persen.

3. Rumah Diserahkan Dalam Kondisi Baik

Rumah dalam kondisi baik via persimmonhomes.com
Rumah dalam kondisi baik via persimmonhomes.com
Setelah mengecek kondisi rumah beserta biaya-biaya yang dibutuhkan, pastikan bahwa kondisi rumah yang ditawarkan adalah dalam kondisi baik, dengan kata lain rumah tersebut berada pada keadaan maksimal. Apakah terdapat kerusakan-kerusakan kecil?

Jika ternyata terdapat kerusakan, dan Anda harus memperbaikinya sendiri, tahukkah bahwa biaya untuk merawat dan memeprbaiki rumah yang baru dibeli adalah sekitar 1%-3% dari harga rumah itu sendiri? Sepintas memang kecil, namun lebih baik teliti dalam membeli daripada mengeluarkan biaya yang bisa dicegah.

Jika ditemukan kerusakan, langkah yang harus dilakukan adalah minta kepada penjual untuk memperbaiki kerusakan, meminta jaminan, atau garansi kerusakan untu suatu periode, seperti 6 bulan atau 1 tahun. Jika terjadi kerusakan dalam periode itu, penjual harus membayar biaya perbaikan.

4. Perhatikan Kawasan Sekitar Rumah

Kondisi sekitar rumah via clatterymachinery.files.wordpress.com
Kondisi sekitar rumah via clatterymachinery.files.wordpress.com
Selain memperhatikan biaya dan kondisi rumah itu sendiri, jangan lupa kalau kondisi sekitar rumah juga tak kalah penting. Anda tidak mau tinggal di dalam rumah idaman namun jalan keluar dan kondisi lingkungan sekitar tidak mendukung, bukan? Perhatikan jalan utama yang mengubungkan rumah Anda dengan pusat kota dan lokasi-lokasi penting, seperti rumah sakit, kantor Anda, bandara, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari rumah Anda untuk ke sana? Apakah jalanan sekitar mudah diakses? Ha-hal ini sangat penting, apalagi jika target Anda untuk tinggal di rumah ini adalah untuk jangka waktu yang lama.

Datangilah Seminar atau Pameran Membeli Rumah bagi Pemula

Tips-tips di atas ini dapat berguna bagi Anda yang mau membeli rumah untuk pertama kalinya. Namun tentunya permasalahan beserta pertimbangan yang dihadapi setiap orang berbeda, dan mungkin banyak yang tidak diulas di dalam tips tersebut. Ada baiknya jika Anda mendatangi seminar atau pameran rumah agar dapat bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih jelas. Anda akan mendapatkan pilihan-pilihan rumah yang sesuai dengan kriteria, tips untuk membayar, dan juga untuk merawat rumah setelah Anda membelinya. Selamat membeli rumah pertama Anda!

Investasi properti merupakan pilihan yang sebenarnya sederhana dan kerap dilakukan oleh masyarakat kita. Tidak seperti produk investasi lain seperti reksa dana atau investasi emas, investasi di sektor properti membutuhkan dana yang besar mengingat harga produknya bisa menginjak harga miliaran rupiah. Meskipun mahal, banyak masyarakat tertarik untuk terjun ke investasi ini karena dianggap sangat menguntungkan. Sebagai contoh, bila Anda membeli ruko dengan harga 5 miliar rupiah, untuk membantu mengembalikan modal pembeliannya, Anda bisa menyewakannya kepada pihak lain untuk dijadikan minimarket, restoran, atau kantor. Namun, sebelum membahas lebih jauh masalah ini, kami akan jelaskan dulu apa saja jenis investasi yang biasa diambil masyarakat Indonesia.

Jenis-jenis Investasi 

Berikut ini adalah jenis investasi yang sering diambil oleh masyarakat Indonesia, diantaranya:

1. Investasi Deposito

Deposito via zakat.or.id
Deposito via zakat.or.id
Mendapatkan keuntungan dari investasi berupa produk tabungan deposito adalah sebagai berikut. Nasabah akan menyetorkan sejumlah dana sesuai dengan ketentuan dan kebijakan bank dan diberi kewajiban untuk tidak mengambil dana deposito tersebut dalam jangka waktu tertentu. Sebagai apresiasi dan keuntungan akan diberikan dalam bentuk bunga yang jauh lebih tinggi dari tabungan giro. Nasabah juga dapat memilih deposito dengan sistem yang berbeda, pertama menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo tidak berikut bunganya, atau bisa juga menggunakan sistem ARO  plus dimana perpanjangan akan otomatis dengan bunga deposito yang diberlakukan beserta pokok dana simpanan sebelumnya.

2. Investasi Emas

Investasi Emas via thebftonline.com
Investasi Emas via thebftonline.com
Sementara untuk investasi emas, masyarakat akan mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga beli dan harga jual. Kecenderungan harga emas selalu naik dari tahun ke tahun merupakan rahasia umum dan inilah yang menjadi incaran banyak masyarakat kita sebagai keuntungan dalam investasi emas. Kelemahannya, memang investasi ini lebih cocok untuk jangka panjang dan biasanya bukan menjadi pilihan investor yang menginginkan keuntungan besar dalam waktu cepat. Biasanya di negara sedang berkembang kondisi ekonominya cenderung tidak stabil. Kondisi ekonomi yang tidak stabil inilah yang terkadang menjadi sisi baik bagi para investor emas karena ketika kondisi ekonomi sedang tidak baik harga emas cenderung meningkat dan pada masa inilah investor emas biasanya akan menjual emasnya untuk mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi.

3. Investasi Properti

Investasi Properti via futuready.com
Investasi Properti via futuready.com
Salah satu jenis investasi yang cukup terkenal di kalangan investor selain investasi saham adalah investasi properti. Seperti yang kita ketahui di Indonesia sebagai negara berkembang, pembangunan properti merupakan salah satu sektor yang sedang giat dilaksanakan agar dikemudian hari dapat dimanfaatkan untuk melakukan atau menggerakan roda perekonomian. Tidak heran bila di beberapa wilayah atau kota di Indonesia sedang melakukan pembangunan properti dalam berbagai bentuk misalnya rumah, rumah sakit, perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Hal yang lebih menggiurkan lagi bahwa pembangunan properti ini sedang disosialisasikan dan berusaha merekrut banyak pemilik modal besar untuk menanamkan dananya di investasi ini.
Dengan embel-embel bahwa perkembangan gaya hidup, kebutuhan, dan keinginan masyarakat kini dapat difasilitasi oleh properti, tidak sedikit pemilik modal besar yang tergiur untuk menggandakan dananya lewat investasi properti. Namun, perlu Anda ketahui dan tekankan lagi bahwa tidak adanya investasi yang sempurna. Semuanya memiliki kelemahan yang kekurangan. Setidaknya, beberapa hal berikut harus Anda ketahui, waspadai, dan rancangkan strategi untuk dapat menjalankan investasi properti yang menguntungkan karena modal untuk dapat memiliki investasi properti pun bukanlah modal yang kecil.

Manfaat Investasi Properti

Apa saja sih manfaat investasi properti? Ini dia pembahasannya.
1. Rendah Resiko
Risiko investasi properti dapat dikatakan cukup rendah. Hal ini dikarenakan pergerakan nilai properti tidak sekencang dan sesensitif saham. Sehingga investasi ini dikatakan cukup cocok bagi investor yang tidak ingin mengambil risiko yang terlalu tinggi dalam berinvestasi.

2. Nilai Keuntungan Meningkat Dari Tahun Ke Tahun

Keuntungan lain dari investasi properti ini adalah nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu meski tidak dalam jangka waktu pendek. Hal ini jelas akan menguntungkan Anda di masa mendatang, misalnya pada saat memasuki masa pensiun. Selain itu, dalam waktu pendek, investasi properti pun menghasilkan keuntungan lain dalam bentuk uang sewa maupun uang kontrak. Sehingga keuntungan yang didapat dari investasi ini terbilang cukup besar.

3. Dapat Dijadikan Agunan

Dengan keuntungan yang cukup besar dan menjanjikan tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa properti juga dapat dijadikan agunan untuk mengajukan pinjaman yang akan digunakan untuk investasi properti lain. Siklus keuntungannya kurang lebih akan sama sehingga investor lebih mampu memperkirakan properti seperti apa yang dibutuhkan terkait dengan besarnya modal, jangka waktu balik modal, keuntungan yang didapatkan, serta memperhitungkan berapa tanggungan hutang yang harus dibayarkan dalam jangka waktu tertentu.

4. Dapat Terlihat Secara Fisik

Banyak orang yang tidak menyukai investasi yang tidak terlihat. Maka tidak heran bila dari nominal kecil pun akan diinvestasikan dalam bentuk atau wujud barang, misalnya emas. Begitu pula dengan investasi properti. Properti jelas terlihat wujud fisiknya sehingga investasi ini cukup diminati oleh pemilik modal besar.

Kelemahan Investasi Properti

Dengan keuntungan yang terlihat besar dan menjanjikan, tidak berarti investasi ini tidak memiliki kekurangan. Beberapa hal yang harus Anda dan para investor perhatikan terkait dengan kelemahan investasi properti antara lain:
  1. Biaya perawatan untuk investasi properti cenderung besar. Hal ini harus dilakukan untuk tetap menjaga kualitas investasi properti yang dapat memberikan keuntungan yang setidaknya sama bagi pemilik modal.
  2. Investasi properti jelas merupakan investasi yang padat modal. Artinya investasi ini membutuhkan modal yang cukup besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar pula karena besarnya modal yang dikeluarkan proporsional dengan besarnya keuntungan yang akan didapatkan.
  3. Isu keterjangkauan investasi atau affordability investment merupakan hal yang harus diperhatikan sebagai sisi kelemahan investasi properti karena harga properti biasanya akan ditetapkan berdasarkan sifat pasar lokal. Sehingga pemilihan tempat untuk investasi properti pun juga turut menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan untuk menanamkan modal dalam investasi properti.
  4. Biaya transaksi untuk investasi properti juga terkenal tinggi. Biaya ini biasanya mencakup pajak seperti PPH dan BPHTB. Besarnya pajak PPH adalah 5% yang dikenakan bagi penjual dan untuk BPHTB sebesar 5% dikenakan bagi pembeli.
  5. Waktu yang diperlukan untuk membeli properti pun tidak terbilang singkat seperti jenis investasi lainnya. Hal ini dikarenakan pemilihan investasi properti harus mempertimbangkan banyak hal mengingat investasi properti merupakan tipe investasi yang high risk high return.
  6. Meski harganya terbilang meningkat, tetapi hal ini tidak berlaku bagi kualitas properti itu sendiri. Setiap tahun, sebuah bangunan pasti akan mengalami penyusutan fungsi, misalnya dalam bentuk ketahanan dan kekokohan bangunan. Maka dari awal pembangunan properti ini harus sangat memperhitungkan pemakaian bahan baku, di samping harga atau modal awal.
  7. Investasi properti merupakan investasi yang cukup rawan bila terjadi bencana alam atau kecelakaan yang disengaja. Risiko ini bisa mulai dari risiko ringan hingga risiko berat. Meski properti didaftarkan dalam asuransi, namun ada pengorbanan lain yang harus dilakukan yaitu waktu yang mungkin tidak sebentar sehingga pemilik modal harus mengkalkulasi kembali modal dan jangka waktu terkait dengan keuntungan yang seharusnya didapat.

Pertimbangan Sebelum Berinvestasi Properti

Setelah mengetahui keuntungan dan kerugian yang harus diperhatikan, ada beberapa saran dan strategi bagi pemilik modal yang berkeinginan memiliki investasi properti, di antaranya:
  1. Membeli properti di lokasi strategis akan memberikan keuntungan dalam bentuk kenaikan harga atau capital gain yang cukup tinggi.
  2. Mengetahui rencana tata kota akan membantu investor properti dalam menentukan lokasi investasi yang dirasa strategis dan cocok bagi target pasar. Sesuaikan juga dengan geografi masyarakat yang ada di sekitar calon lokasi.
  3. Pertumbuhan kota merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap pembangunan investasi properti karena dengan pertumbuhan kota atau daerah yang tinggi bisa menjadi faktor yang melipat gandakan keuntungan investasi.
  4. Setiap berita merupakan hal yang bisa menjadi faktor pertimbangan investasi. Dalam kaitannya dengan investasi properti, investor harus memiliki pengetahuan luas terkait dengan hal-hal yang akan mempengaruhi investasi properti seperti infrastruktur, fasilitas sosial, pembukaan kampus maupun rumah sakit baru, dan lain-lain.
  5. Membeli properti yang masih dalam tahap penawaran akan memberikan investor harga yang lebih rendah daripada properti yang sudah selesai dibangun.

Pelajari Resiko Investasi Yang Anda Ambil

Hal yang perlu diingat saat melakukan investasi properti ialah setiap investasi tidak bisa disamakan, semuanya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing dengan risiko yang berbeda-beda. Penetapan investasi apa yang akan dipilih harus disesuaikan dengan jumlah modal dan kemampuan investor termasuk dalam menangani risiko yang mungkin terjadi.

Dalam membuat sebuah kontrak bisnis, ada banyak hal detail yang mesti diperhatikan. Kalau tidak, kita akan mempunyai banyak celah untuk ditipu pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurut ahli negosiasi dan penulis Think Like A Negotiator, Eldonna Lewis Fernandez, banyak pebisnis yang tidak sepenuhnya membaca kontrak bisnis ataupun memahami artinya sebelum mereka menandatangani kontrak tersebut.

Kalau begitu, Anda beresiko memenuhi syarat dan ketentuan yang sebenarnya bisa merugikan atau tidak sesuai. Di kemudian hari, bisa jadi Anda perlu mengalokasikan banyak waktu dan biaya lebih akibat masalah ini. Untuk membantu Anda memahami substansi kontrak sebelum menandatanganinya, berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membuat kontrak bisnis.

 1. Gali Informasi Tentang Rekan Bisnis

Cari Informasi Tentang Rekan Bisnis via codecondo.com
Cari Informasi Tentang Rekan Bisnis via codecondo.com
Menurut Fernandez, sebelum menyepakati kontrak, kita perlu melakukan riset tentang bisnis yang dilakukan rekan Anda. Bagaimana perusahaannya? bagaimana kinerja mereka sebelumnya? Serta seperti apa reputasinya?

Solusinya? Pertama verifikasi fakta untuk melindungi diri dari masalah setelah kontrak ditandatangani. Mesin pencarian Google adalah alat efektif untuk memulai riset tentang rekan bisnis Anda. Selain itu kita juga bisa mengumpulkan informasi dari klien rekan bisnis serta koleganya.

2. Jangan Mulai Apapun Tanpa Kontrak

Jangan Tanda Tangani Apapun Tanpa Kejelasan via executivelp.com
Jangan Tanda Tangani Apapun Tanpa Kejelasan via executivelp.com
Jangan mulai mengerjakan apapun sebelum kontrak ditandatangani. Kontrak dalam bisnis intinya mengandung dua komponen, yakni kewajiban dan hak yang disepakati para pihak serta kompensasi uang atas pekerjaan tertentu dan barang/jasa yang saling dipertukarkan. Pada umumnya, isi kontrak bisnis adalah sebagai berikut :
  1. Judul kontrak
  2. Komparisi yakni berupa keterangan-keterangan mengenai para pihak atau atas permintaan siapa perjanjian itu dibuat.
  3. Uraian tentang maksud dari para pihak untuk melakukan kerjasama dan menandatangani kontrak yang juga dikenal dengan istilah “premisse”.
  4. Isi/Batang Tubuh kontrak yakni berupa syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dari perjanjian yang disetujui oleh para pihak.
  5. Penutup dari Perjanjian.
Kontrak adalah tanda bukti hukum bahwa para pihak sepakat tentang hal tertentu yang mengikat layaknya Undang-Undang bagi Anda dan rekan bsinis. Pastikan Anda menyimpan dengan rapi salinan kontrak yang ditandatangani para pihak.

 3. Pahami Bahasa Kontrak dan Cari Saran

Pahami Bahasa Kontrak via media.licdn.com
Pahami Bahasa Kontrak via media.licdn.com
Bahasa kontrak untuk bidang bisnis tertentu bisa sangat spesifik sehingga Anda perlu cermat untuk memahami bahasa dan istilah yang digunakan. Misalnya, klausul kerahasiaan informasi dalam perjanjian kerjasama antara perusahaan dengan vendor maintenance komputer. Sejauh mana kerahasiaan informasi itu menjadi kewajiban dan bagaimana implikasi hukumnya.

Jangan ragu untuk meminta pendapat dari ahli jika Anda tidak mengerti hal tertentu dalam kontrak. Karena itu akan berguna ketika kita melakukan tinjauan kontrak. Karena informasi yang didapat diperoleh dari orang kedua ataupun orang ketiga, sehingga beberapa elemen penting tidak begitu saja terlewatkan.

4. Jangan Ragu Untuk Bertanya Pada Rekan Bisnis

Jangan Ragu Untuk Bertanya via keepcalm-o-matic.co.uk
Jangan Ragu Untuk Bertanya via keepcalm-o-matic.co.uk
Seperti yang sudah disebutkan di atas. Kadang, ada hal-hal yang tidak disebutkan dalam kontrak nantinya akan menyebabkan masalah di kemudian hari ketika bisnis dijalankan bersama. Karena itu, kita perlu mempertanyakan hal-hal yang belum jelas di awal. Sebab, hal-hal detail yang tidak dicantumkan dalam kontrak nantinya bisa membuat adanya biaya tambahan ketika bisnis di jalankan. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk melindungi kepentingan Anda misalnya adalah :

- Kapan tenggat waktu pembayaran?
- Bagaimana prosedur pembatalan kotrak?
- Siapa yang bertanggung jawab atas biaya-biaya yang timbul ketika terjadi masalah?

5. Cantumkan Panduan yang Jelas

Perlengkap Informasinya via soloprpro.com
Perlengkap Informasinya via soloprpro.com
Salah satu kesalahan dan masalah pebisnis saat membuat kontrak adalah tidak mencantumkan panduan yang jelas bagaimana revisi pekerjaan akan dilakukan jika pekerjaan tersebut selesai. Untuk mencegah Anda melakukan pekerjaan berlebih atau revisi kontrak berlebihan adalah dengan memperhatikan bagaimana prosedur serta panduannya.

Kehati-Hatian Adalah Inti Dari Semuanya

Apa yang bisa kita perlajari dari kelima hal di atas? Tentunya adalah kehati-hatian dalam memperhatikan detail. Kontrak kerja bukan cuma tulisan berisi syarat dan ketentuan yang ditulis di atas kertas. Tapi itu adalah hal yang menentukan apakah kerjasama bisnis Anda akan berjalan baik di kemudian hari atau tidk. Jadi, perhatikan detailnya ya!

Menjalankan bisnis baru tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi. Menurut Mike Michalowicz, pengarang buku “Profit First: A Simple System to Transform Any Business From a Cash-Eating Monster to a Money-Making Machine”. Salah satu penyebab runtuhnya bisnis baru yang sedang berkembang adalah manajemen arus kas yang salah dan hal tersebut terjadi di berbagai jenis industri. Meskipun banyak orang menyebutkan bahwa pengusaha adalah orang-orang yang paling bahagia di jagad raya. Tetap ada satu hal yang perlu dicamkan oleh para penguasaha, bahwa bisnis yang Anda jalankan sangat bergantung pada arus kas yang sehat.

Dailyworth mencatat, ada lima bidang bisnis dengan tingkat kegagalan paling tinggi di dunia. Namun, kali ini kita akan membahas bagaimana melalui masalah itu berdasarkan saran dari pemilik bisnis yang sukses mempertahankan laju bisnis mereka. Pernasaran? Ini dia.

1. Bidang Komunikasi dan Public Relations

Tantangan Bisnis Public Relations via cohnpr.com
Tantangan Bisnis Public Relations via cohnpr.com
Dari sebuah penelitian, bisnis bidang Komunikasi dan PR sebenarnnya memiliki 47 persen kesempatan untuk bertahan pada lima tahun awal bisnis berjalan. Menurut Inna Shamis Lapin, bos the Avant Garde Communications Group yang sukses menggaet klien ternama seperti Martha Stewart, Vogue, Elle Décor, dan lainnya. Butuh kemampuan komunikasi yang unggul dari pelaku industri komunikasi dan PR untuk tetap bertahan.

Pekerjaan hubungan masyarakat bergantung pada berbagai faktor yang tidak terprediksi, seperti waktu pemasaran, pesan dan kesan, tren, perubahan media massa dan sebagainya. Sehingga perusahaan tidak bisa menjamin penuh hasil yang dicapai atas jasa mereka. Dalam hal ini, komunikasi untuk menjual jasa dan melakukan deal bisnis dengan pelanggan adalah kemampuan penting yang harus dikuasai.

Menurut Inna, tantangan utama perusahaan PR adalah harus cermat mengelola ekspektasi klien dengan memberikan informasi yang jujur dan relevan. Dia juga berpendapat, sebaiknya perusahaan hanya mengambil pekerjaan yang mereka yakin bisa tangani.

2. Bidang Restoran

Tantangan Bisnis Restoran via bestprintingonline.com
Tantangan Bisnis Restoran via bestprintingonline.com
Dari sebuah penelitian di Amerika Serikat, 49% bisnis restoran bertahan setelah tiga tahun berjalan. Sementara 30 persen restoran baru gagal pada tahun pertama bisnis. Sementara sisanya hanya bertahan selama 2 sampai 3 tahun saja. Menurut Kurt Knowles Jr, seorang pengusaha restoran ternama di AS. Bisnis industri restoran gagal karena dua faktor, yaitu manajemen arus kas yang kacau dan kerjasama dengan pihak lain yang tidak semestinya.

Untuk masalah arus kas, biaya makanan berfluktuasi setiap hari, karena itu sulit meramalkan berapa pendapatan yang mungkin didapat dalam jangka panjang. Di samping itu, Knowles mencatat kegagalan penguasaha restoran terjadi karena mereka tidak aktif berpartisipasi dalam pengelolaan arus kas bisnis mereka. Terkait dengan masalah kedua, Anda sebaiknya menjalin kerjasama yang baik dengan vendor penyedia bahan baku yang bersedia untuk memberikan kelonggaran pembayaran belanja yang sering berubah.

3. Bidang Pendidikan


Tantangan Bisnis Pendidikan via oraadvertising.co.uk
Tantangan Bisnis Pendidikan via oraadvertising.co.uk
Di luar negeri, biasanya bisnis pendidikan dikelola oleh Negara. Namun, di Indonesia, hampir semua lembaga pendidikan justru dikelola oleh swasta. Mulai dari kelas akademik, kelas musik, kelas ketrampilan, hingga kelas profesi kerja. Karena banyak dimiiki swasta, maka biaya pendidikannya juga tidak murah

Melody Setevens, pendiri The Academy of Music and Dance di AS menyebutkan. Salah satu cara aman menjalankan bisnis di bidang pendidikan adalah dengan tidak mempertahankan biaya pendidikan yang terlalu rendah dan tidak menggaji pengajar dengan harga tinggi. Kalau melakukan kedua hal tersebut tentu saja mengakibatkan keuntungan yang didapat menjadi tidak maksimal. Ada baiknya Anda merekrut mahasiswa yang masih belajar atau baru lulus untuk dijadikan pegawai. Namun, lakukan seleksi ketat, karena bisnis ini sangat bergantung pada kemampuan si pengajar.

4. Bidang Manufaktur dan Ritel

Tantangan Bisnis Ritel via eposcloud.co.uk
Tantangan Bisnis Ritel via eposcloud.co.uk
Dari penelitian yang pernah dilakukan, 47% industri manufaktur dan ritel bertahan setelah empat tahun menjalankan bisnisnya. Industri ini memiliki ketahanan bisnis yang hampir sama dengan bidang pendidikan. Emily Holdridge, pendiri Everything Happy, perusahaan retail perkakas anak terkenal di AS mengatakan, bahwa mempertahankan kerjasama yang baik dengan orang-orang di industri manufaktur yang spesifik dengan bidang bisnisnya telah membantunya mempertahankan perusahaan dalam waktu yang lama.

Holdridge menemukan fakta bahwa beberapa rekan bisnisnya di industri yang sama, cenderung berusaha menawarkan semua jenis barang kepada semua jenis konsumen. Langkah ini menurutnya sangat berbahaya karena menyebabkan perusahaan menjadi kurang modal dan kurang dana. Mereka cenderung menghabiskan banyak waktu dan banyak uang untuk mengembangkan produk baru yang kemudian hanya ditimbun saja. Padahal belum tentu terjual dalam waktu cepat.

Holdridge menyarankan bagi mereka yang baru menjalankan bisnis di bidang ini untuk melakukan proses khusus. Yaitu dengan menawarkan jenis produk yang sederhana, dengan variasi produk yang juga tak berlebihan. Dengan cara ini, Anda dapat membangun kepercayaan diri, pengalaman, dan cadangan uang tunai yang cukup ketika butuhkan untuk membesarkan bisnis di proses selanjutnya.

5. Bidang Konstruksi

Tantangan Bisnis Konstruksi fortstjohn.com
Tantangan Bisnis Konstruksi fortstjohn.com
Berdasarkan sensus, 28% bisnis di bidang konstruksi bertahan setelah 10 tahun berdiri. Menurut Kelsey Ramsden, pemilik perusahaan kontruksi Belvedere Place Development. Sebagaimana pengusaha lain, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengelola arus kas setiap hari dan menjalin kerjasama yang baik dengan vendor ataupun bank untuk membantu kita melewati masa-masa krisis bisnis.

Ketika pertama kali terjun di bidang properti, Kelsey mengaku melakukan kesalahan dengan menegosiasikan harga termurah dengan vendor. Suplier bahan bangunan rekanannya kemudian mengacuhkannya karena mengaku lebih menginginkan kerjasama dua arah. Kelsey kemudian belajar dari kesalahan itu dan menghabiskan waktu lebih banyak untuk membangun kerjasama yang lebih baik. Menurut dia, perusahaan konstruksi harus membuktikan kualitas, dan pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan harga yang murah saja.

Bisnis Tidak Melulu Bicara Sediakan Barang Termurah

Dari semua bahasan kita di atas, ada satu hal yang kita bisa pelajari dalam menjalankan sebuah bisnis, yaitu ikut terlibat dalam perang harga. Hindari hal tersebut dan mulailah sediakan produk yang punya kualitas terbaik dan bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, ikut terlibatlah dalam pelaksanaan bisnis itu dan realitislah dalam menjalaninya. Tujuannya, agar kita lebih mengetahui kondisi asli bisnis kita dan tidak memaksakan diri berada di posisi yang sebenarnya belum saatnya kita ada di situ sekarang. Kalau Anda punya contoh bisnis lain dan tahu bagaimana cara membuatnya bertahan lama, yuk share!

Menjadi orang yang pandai mengelola keuangan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi memerlukan kebiasaan dan kedisiplinan yang sudah dibangun dalam waktu yang tidak sebentar. Karena itulah mendidik anak mengenai keuangan sejak ia masih kecil akan sangat bermanfaat. Agar ketika besar nanti mereka terbiasa mengelola keuangan mereka dengan baik. Berbicara mengenai mengajarkan keuangan pada anak, sebuah buku berjudul Smart Money, Smart Kids : Teaching the Next Generation To Win With Money, sang pengarang menjelaskan mengenai proses mengajarkan anak-anak mengenai uang baik dari perspektif orang tua dan anak. Dalam buku tersebut dijelaskan 7 poin yang dianjurkan penulis buku itu untuk diajarkan kepada anak mengenai uang.

1. Beri Imbalan Atas Pekerjaan yang Dilakukan

Beri Imbalan Atas Pekerjaan yang Dilakukan Anak Anda via huffpost.com
Beri Imbalan Atas Pekerjaan yang Dilakukan Anak Anda via huffpost.com
Ternyata, sebagian besar anak-anak saat ini tidak lagi mengerti konsep dasar ini, bahwa untuk mendapatkan uang seseorang harus bekerja terlebih dahulu. Sang penulis buku, Dave dan Rachel merekomendasikan untuk membuat sebuah sistem komisi di rumah, dengan cara memberikan anak uang untuk hal-hal yang dilakukannya di rumah seperti membersihkan rumah, mencuci piring, membersihkan kamar. Hal ini dinilai lebih baik dibandingkan memberikan uang jajan setiap hari atau setiap minggu.

Di samping mendidik anak bahwa uang tidak datang dengan sendirinya, dengan cara ini anak juga bisa menjadi rajin untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah sesuai dengan kemampuannya. Pemberian uang dapat dilakukan Minggu malam, pada akhir pekan. Sehingga anak mempunyai pilihan untuk mengerjakan pekerjaan rumah saat akhir pekan dan tidak terganggu dengan kegiatan belajar dan bermainnya.

2. Perbolehkan Anak Habiskan Uang

Gunakan Uang Secara Bijak via valpak.com
Gunakan Uang Secara Bijak via valpak.com
Jika pada umumnya orang tua melarang anak-anaknya menghabiskan seluruh uang yang dimilikinya sekaligus, maka sesekali biarkanlah orang tua harus membiarkan anaknya menghabiskan uang yang dimiliki untuk sesuatu yang merugikan sekalipun. Dengan membiarkan anak Anda sesekali mengikuti pilihan yang buruk tersebut, anak akan mempunyai pengalaman belajar jika uangnya habis dan tidak ada lagi yang tersisa. Anak akan lebih menghargai uang dan berpikir cerdas menghabiskan uang untuk hal yang paling penting. Cara tersebut akan mengajarkan pada anak bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dalam menggunakan uang.

3. Jangan Selalu Ikuti Kemauan Mereka

Tidak Apa-apa Sabar Menunggu via fastly.net
Tidak Apa-apa Sabar Menunggu via fastly.net
Ada banyak pula anak-anak yang berpikir bahwa saat mereka menginginkan sesuatu, mereka harus langsung mendapatkannya dengan meminta orang tua membelikan. Akibatnya, banyak orang tua yang tidak tega menjadi mengabulkan permintaan tersebut. Ternyata jika kebiasaan ini, jika terus diterapkan pada anak, akan berlanjut ketika ia besar nanti saat ia berada di tempat kerja. Di mana akan menjadi orang yang tidak bisa mau berusaha dan bekerja keras, bahkan seringkali mengajukan kenaikan gaji, tanpa berbuat sesuatu terlebih dahulu untuk mendapatkan apresiasi tersebut. Mereka tidak memiliki konsep mengenai pencapaian yang tertunda.

Cara untuk mengajarkan anak mengenai hal ini ialah dengan mengajarkannya menabung untuk sesuatu yang sangat mereka inginkan. Misalkan untuk membeli suatu mainan seharga 100 ribu rupiah, ajarkan ia menyisihkan sebagian kecil uangnya, sehingga ketika saatnya tiba pun sang anak tentu merasa lebih puas karena telah cukup sabar menunggu dan menabung, berusaha untuk sesuatu yang diinginkannya.

4. Ajarkan Berbagi

Ajarkan Dia Berbagi via netdna-cdn.com
Ajarkan Dia Berbagi via netdna-cdn.com
Setiap agama pasti mengajarkan untuk memberikan sebagian uang yang kita miliki untuk orang yang juga membutuhkan. Anak dapat diajarkan untuk menyisihkan sejumlah uang yang didapatnya untuk kemudian diberikan kepada orang lain. Hal ini ternyata juga memberikan pelajaran berbahagia karena telah berbagi dengan orang lain. Sampai anak dewasa nanti, ia akan belajar untuk peduli terhadap sesamanya dan terus berbagi.

5. Ajarkan Dia Untuk Mengingat Pengeluarannya

Ajarkan Mengatur Pengeluaran via lorensworld.com
Ajarkan Mengatur Pengeluaran via lorensworld.com
Saat anak sudah belajar untuk membagi porsi antara pengeluaran, tabungan, dan uang untuk berbagi kepada orang lain. Ajarkan anak bagaimana menghabiskan uang pengeluarannya dengan baik. Beritahu bahwa jika ia tidak mengatur ke mana uang tersebut dihabiskan, maka uang itu akan habis secara sia-sia. Untuk anak-anak yang mulai memasuki usia remaja, berikan tangung jawab untuk mengatur pengeluarannya. Berikan pemahaman bahwa setiap pakaian, makanan, aktivitas hiburan membutuhkan uang yang perlu dikelola dengan baik.

6. Ajarkan Anak Untuk Tidak Berutang

Beli Sesuai Dengan Kesanggupan Membayar via behindthethrills.com
Beli Sesuai Dengan Kesanggupan Membayar via behindthethrills.com
Dalam era ini, sudah sangat banyak orang menggunakan kartu kredit untuk secara instan mendapatkan yang mereka inginkan. Padahal sebetulnya, belum tentu memiliki uang yang cukup untuk membeli barang tersebut. Di luar negeri pun, seakan-akan, sekarang sudah menjadi budaya berhutang untuk membayar kuliah atau membeli mobil. Sehingga pada saat lulus, seorang mahasiswa bisa saja masih memiliki utang yang menumpuk untuk dibayar. Seharusnya hal ini bisa dicegah dengan memberikan pemahaman untuk tidak membeli sesuatu yang belum sanggup dibayar.

7. Ajarkan Cara Bersyukur

Ajarkann Bersyukur via focusok.com
Ajarkann Bersyukur via focusok.com
Anak perlu belajar untuk mengingat apa-apa saja yang telah mereka dapatkan, dibandingkan apa-apa saja yang mereka inginkan. Terapkan saat Anda  berjalan-jalan dengan anak ke tempat wisata, di sana biasanya anak akan meminta dibelikan banyak sekali jajanan. Setelah pulang, ingatkan apa-apa saja yang sudah ia dapatkan sepanjang hari, lalu minta ia untuk menahan diri dan lebih menghargai lagi apa-apa yang sudah ia dapatkan.

Didik Akan Keuangan Sejak Dini

Mendidik anak Anda mengenai keuangan merupakan hal penting yang harus Anda lakukan sejak dini. Jika semenjak kecil anak tidak diajarkan mengenai pentingnya mengatur keuangan, ketika mereka besar nanti hal itu akan menjadi sulit untuk diterapkan dalam kehidupan mereka. Hal itu tentu saja karena mengatur keuangan erat sekali hubungannya dengan kebiasaan dan displin. Jadi tidak ada salahnya mengajarkan anak Anda cara mengelola keuangan sejak dini bukan?

Membicarakan pernikahan tak lepas dari bahasan mengenai hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan selain kebutuhan upacara pemberkatan perkawinan dan pesta pernikahan itu sendiri. Pernikahan bukan hanya mengenai pelepasan status lajang menjadi resmi suami dan istri, ada banyak hal yang harus benar-benar dipikirkan, dipersiapkan secara matang, dan tentu saja hal ini menuntut kesiapan mental dari Anda dan pasangan selaku subjek yang akan menghadapi semua permasalahan dari pernikahan sebagai konsekuensi untuk membentuk sebuah keluarga.

Salah satu hal yang penting dan sejujurnya memang hal utama selain mental adalah persiapan finansial untuk keluarga Anda nantinya. Persiapan finansial ini bukan hanya mengenai kebutuhan hidup berdua namun juga calon anggota keluarga lainnya yaitu anak Anda. Belum lagi ada beberapa urusan lain yang sebaiknya juga dimiliki sebagai antisipasi dan proteksi terhadap keluarga, yaitu asuransi. Bermacam-macam kebutuhan yang dasarnya harus dipenuhi ini tak jarang menimbulkan tekanan pada setiap pasangan suami dan istri baru ini. Bila boleh jujur, sejatinya tidak pernah ada pasangan yang siap seratus persen dalam menjalani sebuah komitmen yaitu menikah dan membangun keluarga. Sekalipun keduanya telah mapan dalam hal finansial, mental harus siap secara dinamis untuk dapat menghadapi segala terpaan dalam dinamika berkeluarga.

Mari fokuskan pembahasan pada topik finansial yang jelas menjadi topik yang cukup krusial dalam urusan pernikahan. Akuilah ketika Anda akan menikah, Anda merasa siap tidak siap untuk hidup sepenuhnya menerima pasangan Anda apa adanya sungguh-sungguh apa adanya. Perbedaan latar belakang keluarga, pendidikan, karir, dan hal-hal lainnya tak jarang menjadi ‘penggoda’ bagi Anda untuk berpikir ulang mengenai komitmen berkeluarga ini. Bagaimana bila pernikahan ini gagal? Bagaimana bila ternyata suami dan istri selama ini tidak siap untuk berkomitmen jangka panjang? Bagaimana bila pasangan suami dan istri ini tidak sanggup berjuang bersama? Semua akan muncul ketika Anda semakin dekat dengan tanggal pengesahan atau hari pernikahan. Wajar, karena Anda akan seumur hidup menjalani keseharian dengan orang yang sama, menghadapi masalah dengan orang yang sama, mungkin akan muncul cekcok berulang dari orang yang sama. Bahkan bisa dikatakan pernikahan itu sebuah komitmen yang membosankan.

Kesiapan Finansial

Berbicara mengenai kesiapan finansial dalam keluarga, tidak jarang beberapa pasangan suami istri menyepakati komitmen untuk membicarakan bersama mengenai arus aliran kas pendapatan dan pengeluaran untuk kebutuhan bersama. Beberapa dari mereka bersedia terbuka untu mengatakan bahwa setiap pribadi dari mereka ingin diperbolehkan memiliki rekening tabungan pribadi yang jelas penggunaannya bersifat pribadi dan pasangan tidak boleh terlalu ikut campur terhadap uang dalam rekening tabungan pribadi. Pada awal kesepakatan ini terlihat begitu mulus, kedua belah pihak sama-sama menyetujui adanya komitmen bersama ini.

Namun tidak semua pasangan suami istri pada akhirnya bisa terus memegang komitmennya, apalagi komitmen yang dibuat merupakan janji jangka panjang yang harus ditepati secara disiplin. Meski beberapa orang mungkin akan berpendapat bahwa ketidakdisiplinan untuk menepati janji bersama ini wajar mungkin karena jenuh, namun janji tetaplah janji yang harus ditepati. Entah ada alasan apa, ada faktor luar apa, kesepakatan ini bagai kontrak tanpa batas waktu. Setidaknya, terdapat 5 hal yang merupakan kebijakan dan kesepakatan bersama pasangan suami dan istri mengenai aturan main finansial mereka yang justru berpotensi menggoyahkan keuangan Anda dan pasangan. Apa saja? ini dia!

1. Membeli Rumah Baru

Membeli Rumah Baru via mcarthurhomes.com
Membeli Rumah Baru via mcarthurhomes.com
Memiliki rumah sendiri merupakan impian setiap pasangan baru dan kerap menjadi dasar dalam membangun kerajaannya sendiri-sendiri. Keputusan ini jelas merupakan keputusan hasil rundingan bersama antara suami dan istri. Anda mungkin akan merasa campur aduk antara senang dan tertekan. Senang karena memiliki rumah baru, tertekan karena mungkin pendanaan Anda kurang sehingga Anda harus melakukan pinjaman – yang tentu saja akan menimbulkan kewajiban pembayaran bunga hutang.

Sebelum memutuskan untuk berhutang entah pada bank, lembaga keuangan non bank, atau kepada keluarga persiapkan lebih dahulu mengenai jumlah keluarga (jumlah anak yang akan hadir), luas rumah, kebutuhan ruangan, dan lain-lain. Ini akan berpengaruh pada jumlah pinjaman yang akan Anda dapatkan dan secara tidak langsung juga kepada jumlah bunga hutang yang harus dibayarkan. Jangan sampai Anda asal dalam meminjam namun pada akhirnya kesulitan dalam pengembalian hutang beserta bunga hutang akibat pendapatannya tidak menutupi. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya hidup selama masa pembangunan rumah (bila ingin membangun rumah).

2. Memiliki Anak

Memiliki Anak via landonhomes.com
Memiliki Anak via landonhomes.com
Setelah menikah dan memiliki rumah, memiliki anggota keluarga baru wajib hukumnya. Memiliki anak merupakan impian setiap pasangan suami istri untuk meneruskan keturunan mereka baik dari sisi Ayah maupun dari sisi Ibu. Anda mungkin akan senang dengan merawat mereka, bermain dengan anak, dan hal-hal lain. Namun pertimbangkan bahwa anak juga membutuhkan biaya yang besar selama masa pertumbuhan dan perkembangannya hingga setidaknya berusia 18 tahun dimana ia dianggap telah siap untuk tinggal terpisah dengan orang tuanya. Biaya yang harus Anda persiapkan untuk kehidupannya, sekolahnya, kebutuhan dan keinginannya juga bukan merupakan nominal yang sedikit. Perhitungkan antara pendapatan Anda dan pasangan dengan kemampuan untuk menghidupi anak.

3. Dana Darurat

Persiapkan  Dana Darurat via livingwellspendingless.com
Persiapkan  Dana Darurat via livingwellspendingless.com
Ketika Anda telah memiliki anak, mungkin ada masa Anda harus cuti dan fokus dalam mengurus anak. Ini artinya Anda tidak memiliki pendapatan dan kehidupan Anda bergantung pada pasangan yang bekerja. Tentu saja ini harus dipertimbangkan apakah Anda sungguh-sungguh telah siap dalam pembiayaan ataukah Anda perlu untuk kembali mengajukan hutang untuk sementara waktu menanggung kehidupan Anda yang tidak memiliki pendapatan. Perasaan was-was dan tertekan pasti dan jelas akan dialami oleh pasangan suami istri ini mengingat baru memiliki anak pertama dan biasanya orang tua akan cenderung lebih kaku.

Baik pasangan yang bekerja atau Anda yang mengurus anak, keduanya akan sama-sama merasakan tekanan yang cukup besar untuk ditanggung berdua. Belum lagi bila Anda sendiri memiliki perasaan malu yang cukup besar terhadap pasangan ketika tidak memiliki pendapatan. Maka dari itu, pertimbangkan dari awal bahkan sebelum memiliki anak. Berapa dana darurat yang harus siap, berapa nominal minimal yang harus ada di tabungan, baik itu tabungan pribadi maupun tabungan bersama. Hal-hal ini penting untuk mencegah kekurangan dana untuk hidup dan mencegah tekanan yang mungkin muncul.

4. Kewajiban Merawat Orang Tua

Kewajiban Merawat Orang Tua via timesulin.wpengine.netdna-cdn.com
Kewajiban Merawat Orang Tua via timesulin.wpengine.netdna-cdn.com
Mungkin Anda cukup tertekan dengan kehadiran sang buah hati pertama karena belum pernah mengurusi secara langsung sebelumnya mengenai kebutuhan dan keinginan serta apa yang terbaik bagi anak. Belum lagi persoalan pendidikan yang sangat penting. Anda mungkin lebih akan tertekan bila tanggung jawab ‘melayani’ ini tidak hanya kepada pasangan atau anak, tapi juga orang tua yang mungkin membutuhkan perhatian lebih di rumah. Perasaan khawatir dan frustrasi mungkin saja muncul karena Anda baru dalam tahap belajar mengurus anak namun di saat bersamaan Anda juga harus mengurus orang tua. Idealnya, Anda dan pasangan harus berkomunikasi dan memperjelas kesepakatan bersama. Rumah ini akan ditempati siapa saja, siapa yang akan mengurusnya. Bila berdua, bagimana pembagiannya. Bagaimana bila ada orang tambahan yang artinya tanggungan biaya hidup ikut bertambah.

5. Anda Telah Siap Untuk Pensiun

Anda Telah Siap Pensiun via asteriskonline.ca
Anda Telah Siap Pensiun via asteriskonline.ca
Setelah Anda berhasil untuk melakukan segala kewajiban Anda dalam membangun rumah tangga hingga berhasil mengantarkan buah hati sampai menyelesaikan pendidikannya, apa yang ingin Anda lakukan lagi selain pensiun? Anda dan pasangan tidak lagi dituntut untuk mengerjakan segala sesuatu yang sifatnya mengurus kehidupan orang lain,  meskipun itu anak sendiri dan kini tinggal berdua saja. Pensiun kiranya menjadi pilihan yang tepat namun perhatikan bahwa dalam masa ini artinya Anda dan pasangan tidak bekerja dan tidak memiliki pendapatan lagi. Komunikasikan mengenai biaya hidup yang harus ada untuk menanggung kehidupan selama masa pensiun sehingga Anda tidak perlu pontang panting bekerja lagi karena kebutuhan Anda dan pasangan tinggal untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Rencanakan Keuangan Dengan Matang

Pada dasarnya, urusan pernikahan memang harus dipersiapkan dalam segala hal, namun aspek finansial memegang peranan cukup penting di sini karena kaitannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup. Maka, sebelum Anda dan pasangan yakin telah siap dari berbagai aspek, sekiranya matangkan dahulu persiapan itu guna menghindari permasalahan yang berakar dari ketidak siapan pasangan untuk hidup bersama dan membangun keluarga. Ingat, kesepakatan bersama berarti harus diputuskan secara bersama-sama.

Artikel Terbaru

[recent][fbig1][#1d8bee]

Bisnis

[Bisnis][fbig1][#1d8bee]

Asuransi

[Asuransi][fbig1][#1d8bee]

Wisata

[Wisata-Indonesia][fbig1][#1d8bee]

Ikuti Informasi Menarik Dari Kami Melalui Email

Diberdayakan oleh Blogger.