Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai Dana Pendidikan Anak: Bagaimana Cara Mempersiapkannya? dari situs Wisatasia, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.

Kalau Anda sudah merencanakan memiliki anak, Anda sebaiknya tidak main-main dalam merencanakan kehidupan bersama buah hati. Kenyataannya banyak orang tua yang tidak siap dalam membesarkan anak, termasuk mencukup kebutuhannya mulai dari kebutuhan dasar hingga masalah dana pendidikannya. Sekolah sebagai tempat anak mendapatkan ilmu dan pendidikan setelah di lingkungan keluarga kini kebanyakan mematok biaya pendidikan yang relatif tinggi untuk setiap iuran yang dibebankan kepada orang tua. Maka pemerintah pun akhirnya turun tangan dengan memberikan bantuan operasional sekolah atau BOS sehingga anak-anak bisa bersekolah dengan iuran yang lebih rendah.

Selain masalah biaya yang terus meningkat, batas waktu mendaftarkan anak Anda di sekolah juga ada aturannya. Jadi Anda tidak bisa semena-mena mendaftarkan anak Anda ke sekolah dengan tolok ukur perasaan Anda. Anda harus mengikuti aturan yang berlaku ketika mendaftarkan putra putri Anda ke sekolah baik itu sekolah negeri maupun swasta. Bila Anda tidak mempersiapkan diri untuk dapat membiayai pendidikan putra putri Anda, akan sangat sulit untuk mendapatkan pinjaman dana dengan proses pencairan yang cepat guna membiayai pendidikan sesuai batas waktu yang ditentukan.

Tidak mau kan mengalami cerita panik akibat masalah biaya yang harus ditanggung? Oleh sebab itu, perhatikan beberapa tips berikut yang ditujukan bagi para orang tua dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak agar tidak ada cerita panik untuk mencari modal pembiayaan pendidikan buah hati.

1. Sisihkan Pendapatan

Sisihkan Pendapatan Anda via img.hipwee.com
Sisihkan Pendapatan Anda via img.hipwee.com
Sisihkan sebagian pendapatan sebagai anggaran pendidikan buah hati sedini mungkin. Jangan pernah berpikir untuk menunda-menunda persiapan dana pendidikan anak. Sejatinya semakin lama Anda memulai menyisihkan dana untuk pendidikan anak, semakin sulit nantinya Anda mendaftarkan anak Anda ke sekolah karena faktor-faktor penghambat seperti semakin tingginya biaya masuk dan iuran bulanan sekolah.

Usahakan untuk sedini mungkin memulai menyisihkan pendapatan baik itu dari Anda maupun pasangan. Ini jelas akan membantu meringankan beban biaya pendidikan anak ketika mereka mulai masuk sekolah. Misalkan Anda mulai menabung untuk pendidikannya sejak anak usia 1 tahun, sehingga di usia 4 tahun ketika anak masuk TK, Anda tidak terlalu berat dalam membayar biaya masuk dan iuran bulanan sekolah. Akan lebih baik lagi sedari Anda dan pasangan belum merencanakan memiliki anak tapi sudah memiliki tabungan pendidikan. Semakin dini Anda memulai menyisihkan pendapatan untuk tabungan terutama tabungan pendidikan, semakin Anda tidak terbebani dengan biaya sekolah yang cukup tinggi.

2. Jumlah Anak

Jumlah Anak via gulalives.com
Jumlah Anak via gulalives.com
Bila Anda merencanakan untuk memiliki anak lebih dari satu, pastikan Anda bisa mengatur pembagian sisihan pendapatan itu secara adil untuk kebutuhan pendidikan setiap anak. Semakin banyak jumlah anak yang ingin Anda miliki, semakin tinggi biaya yang harus Anda persiapkan untuk menunjang kehidupan mereka dan pendidikan mereka nantinya. Perlu Anda pertimbangkan lagi bahwa semakin tinggi level pendidikan maka kebutuhan sekolahnya pun akan semakin banyak dan mahal mulai dari kebutuhan biaya iuran sekolah, kebutuhan pendukung belajar, pembelian alat tulis, kegiatan praktikum, semuanya memerlukan biaya tambahan yang mungkin akan memberatkan Anda bila Anda tidak merencanakan penganggaran secara detil dan rapi.

Sebagai saran dan untuk mendukung gerakan KB, akan lebih baik bila Anda dan pasangan membatasi jumlah anak maksimal 2 orang. Selain mengontrol jumlah penduduk di Indonsia, ini akan meringankan Anda dari beban pembiayaan hidup anak Anda – termasuk dengan biaya pendidikannya.

3. Buat Anggaran

Buat Anggaran via tharunka.arc.unsw.edu.au
Buat Anggaran via tharunka.arc.unsw.edu.au
Anda perlu untuk merancang anggaran pendidikan anak dengan detil. Selain menyesuaikan jumlah anak, Anda juga harus memperhitungkan kemampuan Anda dalam pembiayaan sekolah terkait dengan sekolah tujuan. Hal yang penting dari sebuah sekolah adalah esensi ilmu yang diberikan oleh guru kepada para muridnya. Anda tidak perlu mengikuti gengsi untuk memasukkan anak Anda ke sekolah elite yang mungkin biayanya berkali-kali lipat dari sekolah biasa. Biasakan untuk bersikap realistis, rencanakan sekolah yang dituju juga berkaitan dengan kemampuan membayar Anda.

Selain berkaitan dengan masalah biaya, sekolah elite tidak menjamin anak Anda merasa nyaman dan bahagia dalam belajarnya. Bisa jadi di dalam sekolah dia tidak merasa menjadi dirinya sendiri atau kerap merasa minder dengan teman-teman sebayanya. Alhasil anak menjadi tidak semangat belajar dan kemungkinan untuk tidak hadir semakin tinggi. Ini artinya Anda sebagai promotor pendidikan akan rugi dalam membiayai pendidikan anak Anda di sekolah elite tersebut.

4. Buat Prioritas Keuangan

Buat Prioritas Keuangan via commonwealthfoundation.org
Buat Prioritas Keuangan via commonwealthfoundation.org
Jadilah orang yang memiliki prioritas terutama dalam hal pengaturan keuangan. Hal ini sangat penting dilakukan ketika Anda menyadari posisi Anda tidak sebagai orang yang sangat berkecukupan sehingga harus membuat daftar prioritas apa saja hal-hal urgent yang harus didahulukan urusannya. Jika Anda merasa bahwa keadaan Anda sekarang sangat membutuhkan banyak dana untuk kebutuhan dan keperluan hidup sehari-hari dan merasa sulit untuk menyisihkan pendapatan Anda dengan pasangan, Anda harus belajar mengatur mana hal yang menjadi prioritas dan mana hal yang pemenuhannya bisa ditunda.

Bila Anda merasa bahwa pendidikan buah hati cukup menjadi prioritas yang tinggi dalam daftar Anda, sebaiknya Anda sisihkan pendapatan dan alokasikan lebih banyak untuk pendidikan anak. Bisa juga Anda menghapus beberapa keinginan dari daftar prioritas. Ketika Anda sudah menjadi orang tua, bukankah anak memang menjadi prioritas utama?

5. Alokasi Dana

Alokasi Dana viacache-blog.credit.com
Alokasi Dana viacache-blog.credit.com
Alokasikan dana dengan mengkalkulasinya secara cermat dan detil tanpa mengorbankan kebutuhan lain yang sama pentingnya. Dalam hal ini, prioritas juga harus mencakup kebutuhan yang dasar, jadi realistis saja, tanpa pemenuhan kebutuhan ini maka kehidupan Anda akan terganggu dalam mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan sekunder apalagi tersier. Menabung memang sesuatu yang wajib bila Anda sudah menjadi orang tua atau sudah berkeluarga tapi tidak berarti kebutuhan yang lain menjadi terlantar.

Idealnya untuk memiliki tabungan setidaknya nominal tabungan tersebut adalah 10% dari akumulasi pendapatan Anda dan pasangan setiap bulan. Selebihnya bisa Anda gunakan untuk keperluan lainnya. Jadi menabung memang kegiatan disiplin untuk menyisihkan sebagian pendapatan yang nantinya hasil akumulasi ini bisa digunakan salah satunya untuk keperluan pendidikan anak namun Anda juga tidak boleh menelantarkan kebutuhan lainnya karena hidup Anda juga bergantung pada kebutuhan sandang, papan, dan pangan.

6. Miliki Asuransi Atau Tabungan Pendidikan

Miliki Asuransi Pendidikan Atau Tabungan Pendidikan via watchdog.org
Miliki Asuransi Pendidikan Atau Tabungan Pendidikan via watchdog.org
Bila Anda merasa kesusahan dalam merencanakan dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan dengan maksud pembiayaan hal-hal yang direncanakan terjadi di masa mendatang, Anda bisa menggunakan jasa agen asuransi atau tabungan pendidikan. Pihak penyedia jasa asuransi ini biasanya menjadi pendukung Anda yang paling kuat karena mau tidak mau, suka tidak suka, Anda akan dipaksa untuk menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk diinvestasikan dalam bentuk asuransi.

Tabungan pendidikan anak pun juga seperti itu. Pembayarannya ada yang dilakukan dengan pemotongan gaji yang ditransfer lewat rekening tabungan Anda. Hal ini jelas akan memudahkan Anda dalam menyisihkan pendapatan karena besar nominal yang ada di rekening tabungan adalah murni uang yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya setelah dipotong untuk tabungan pendidikan anak.

Displin Menabung

Kebiasaan ini tidak bisa membuahkan hasil dalam waktu yang singkat maka Anda perlu disiplin untuk membuahkan hasil yang maksimal. Selain itu, kebiasaan disiplin ini akan mempermudah Anda sendiri nantinya terutama bila menghadapi masalah biaya pendidikan anak, apalagi kalau anak Anda tidak hanya satu.
 
Pada intinya untuk masalah dana pendidikan anak, Anda hanya perlu mendisiplinkan diri dalam membuat prioritas kebutuhan, disiplin menyisihkan pendapatan, dan disiplin dalam pelaksanaannya. Jangan sampai tergoda untuk mengutak-atik dana simpanan Anda. Bila Anda merasa tidak yakin untuk mengelola tabungan ini sendiri, Anda bisa menyerahkannya pada bank yang memberikan produk layanan tabungan pendidikan. Sistemnya adalah pemotongan dana yang ada pada rekening tabungan gaji Anda dan langsung mendepositkannya kepada tabungan pendidikan. Hal ini akan meringankan beban Anda karena setiap kali Anda menerima gaji Anda sudah tidak dipusingkan lagi mengenai pembayaran uang tabungan yang akan digunakan untuk pembiayaan pendidikan anak namun bisa langsung dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Mengetahui pentingnya memiliki tabungan pendidikan bagi anak Anda, sudah memutuskan untuk memiliki tabungan pendidikannya?

Artikel Terbaru

[recent][fbig1][#1d8bee]

Bisnis

[Bisnis][fbig1][#1d8bee]

Asuransi

[Asuransi][fbig1][#1d8bee]

Wisata

[Wisata-Indonesia][fbig1][#1d8bee]

Ikuti Informasi Menarik Dari Kami Melalui Email

Diberdayakan oleh Blogger.