Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai April 2016 dari situs Wisatasia, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.

Menjadi orang yang pandai mengelola keuangan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi memerlukan kebiasaan dan kedisiplinan yang sudah dibangun dalam waktu yang tidak sebentar. Karena itulah mendidik anak mengenai keuangan sejak ia masih kecil akan sangat bermanfaat. Agar ketika besar nanti mereka terbiasa mengelola keuangan mereka dengan baik. Berbicara mengenai mengajarkan keuangan pada anak, sebuah buku berjudul Smart Money, Smart Kids : Teaching the Next Generation To Win With Money, sang pengarang menjelaskan mengenai proses mengajarkan anak-anak mengenai uang baik dari perspektif orang tua dan anak. Dalam buku tersebut dijelaskan 7 poin yang dianjurkan penulis buku itu untuk diajarkan kepada anak mengenai uang.

1. Beri Imbalan Atas Pekerjaan yang Dilakukan

Beri Imbalan Atas Pekerjaan yang Dilakukan Anak Anda via huffpost.com
Beri Imbalan Atas Pekerjaan yang Dilakukan Anak Anda via huffpost.com
Ternyata, sebagian besar anak-anak saat ini tidak lagi mengerti konsep dasar ini, bahwa untuk mendapatkan uang seseorang harus bekerja terlebih dahulu. Sang penulis buku, Dave dan Rachel merekomendasikan untuk membuat sebuah sistem komisi di rumah, dengan cara memberikan anak uang untuk hal-hal yang dilakukannya di rumah seperti membersihkan rumah, mencuci piring, membersihkan kamar. Hal ini dinilai lebih baik dibandingkan memberikan uang jajan setiap hari atau setiap minggu.

Di samping mendidik anak bahwa uang tidak datang dengan sendirinya, dengan cara ini anak juga bisa menjadi rajin untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah sesuai dengan kemampuannya. Pemberian uang dapat dilakukan Minggu malam, pada akhir pekan. Sehingga anak mempunyai pilihan untuk mengerjakan pekerjaan rumah saat akhir pekan dan tidak terganggu dengan kegiatan belajar dan bermainnya.

2. Perbolehkan Anak Habiskan Uang

Gunakan Uang Secara Bijak via valpak.com
Gunakan Uang Secara Bijak via valpak.com
Jika pada umumnya orang tua melarang anak-anaknya menghabiskan seluruh uang yang dimilikinya sekaligus, maka sesekali biarkanlah orang tua harus membiarkan anaknya menghabiskan uang yang dimiliki untuk sesuatu yang merugikan sekalipun. Dengan membiarkan anak Anda sesekali mengikuti pilihan yang buruk tersebut, anak akan mempunyai pengalaman belajar jika uangnya habis dan tidak ada lagi yang tersisa. Anak akan lebih menghargai uang dan berpikir cerdas menghabiskan uang untuk hal yang paling penting. Cara tersebut akan mengajarkan pada anak bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dalam menggunakan uang.

3. Jangan Selalu Ikuti Kemauan Mereka

Tidak Apa-apa Sabar Menunggu via fastly.net
Tidak Apa-apa Sabar Menunggu via fastly.net
Ada banyak pula anak-anak yang berpikir bahwa saat mereka menginginkan sesuatu, mereka harus langsung mendapatkannya dengan meminta orang tua membelikan. Akibatnya, banyak orang tua yang tidak tega menjadi mengabulkan permintaan tersebut. Ternyata jika kebiasaan ini, jika terus diterapkan pada anak, akan berlanjut ketika ia besar nanti saat ia berada di tempat kerja. Di mana akan menjadi orang yang tidak bisa mau berusaha dan bekerja keras, bahkan seringkali mengajukan kenaikan gaji, tanpa berbuat sesuatu terlebih dahulu untuk mendapatkan apresiasi tersebut. Mereka tidak memiliki konsep mengenai pencapaian yang tertunda.

Cara untuk mengajarkan anak mengenai hal ini ialah dengan mengajarkannya menabung untuk sesuatu yang sangat mereka inginkan. Misalkan untuk membeli suatu mainan seharga 100 ribu rupiah, ajarkan ia menyisihkan sebagian kecil uangnya, sehingga ketika saatnya tiba pun sang anak tentu merasa lebih puas karena telah cukup sabar menunggu dan menabung, berusaha untuk sesuatu yang diinginkannya.

4. Ajarkan Berbagi

Ajarkan Dia Berbagi via netdna-cdn.com
Ajarkan Dia Berbagi via netdna-cdn.com
Setiap agama pasti mengajarkan untuk memberikan sebagian uang yang kita miliki untuk orang yang juga membutuhkan. Anak dapat diajarkan untuk menyisihkan sejumlah uang yang didapatnya untuk kemudian diberikan kepada orang lain. Hal ini ternyata juga memberikan pelajaran berbahagia karena telah berbagi dengan orang lain. Sampai anak dewasa nanti, ia akan belajar untuk peduli terhadap sesamanya dan terus berbagi.

5. Ajarkan Dia Untuk Mengingat Pengeluarannya

Ajarkan Mengatur Pengeluaran via lorensworld.com
Ajarkan Mengatur Pengeluaran via lorensworld.com
Saat anak sudah belajar untuk membagi porsi antara pengeluaran, tabungan, dan uang untuk berbagi kepada orang lain. Ajarkan anak bagaimana menghabiskan uang pengeluarannya dengan baik. Beritahu bahwa jika ia tidak mengatur ke mana uang tersebut dihabiskan, maka uang itu akan habis secara sia-sia. Untuk anak-anak yang mulai memasuki usia remaja, berikan tangung jawab untuk mengatur pengeluarannya. Berikan pemahaman bahwa setiap pakaian, makanan, aktivitas hiburan membutuhkan uang yang perlu dikelola dengan baik.

6. Ajarkan Anak Untuk Tidak Berutang

Beli Sesuai Dengan Kesanggupan Membayar via behindthethrills.com
Beli Sesuai Dengan Kesanggupan Membayar via behindthethrills.com
Dalam era ini, sudah sangat banyak orang menggunakan kartu kredit untuk secara instan mendapatkan yang mereka inginkan. Padahal sebetulnya, belum tentu memiliki uang yang cukup untuk membeli barang tersebut. Di luar negeri pun, seakan-akan, sekarang sudah menjadi budaya berhutang untuk membayar kuliah atau membeli mobil. Sehingga pada saat lulus, seorang mahasiswa bisa saja masih memiliki utang yang menumpuk untuk dibayar. Seharusnya hal ini bisa dicegah dengan memberikan pemahaman untuk tidak membeli sesuatu yang belum sanggup dibayar.

7. Ajarkan Cara Bersyukur

Ajarkann Bersyukur via focusok.com
Ajarkann Bersyukur via focusok.com
Anak perlu belajar untuk mengingat apa-apa saja yang telah mereka dapatkan, dibandingkan apa-apa saja yang mereka inginkan. Terapkan saat Anda  berjalan-jalan dengan anak ke tempat wisata, di sana biasanya anak akan meminta dibelikan banyak sekali jajanan. Setelah pulang, ingatkan apa-apa saja yang sudah ia dapatkan sepanjang hari, lalu minta ia untuk menahan diri dan lebih menghargai lagi apa-apa yang sudah ia dapatkan.

Didik Akan Keuangan Sejak Dini

Mendidik anak Anda mengenai keuangan merupakan hal penting yang harus Anda lakukan sejak dini. Jika semenjak kecil anak tidak diajarkan mengenai pentingnya mengatur keuangan, ketika mereka besar nanti hal itu akan menjadi sulit untuk diterapkan dalam kehidupan mereka. Hal itu tentu saja karena mengatur keuangan erat sekali hubungannya dengan kebiasaan dan displin. Jadi tidak ada salahnya mengajarkan anak Anda cara mengelola keuangan sejak dini bukan?

Membicarakan pernikahan tak lepas dari bahasan mengenai hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan selain kebutuhan upacara pemberkatan perkawinan dan pesta pernikahan itu sendiri. Pernikahan bukan hanya mengenai pelepasan status lajang menjadi resmi suami dan istri, ada banyak hal yang harus benar-benar dipikirkan, dipersiapkan secara matang, dan tentu saja hal ini menuntut kesiapan mental dari Anda dan pasangan selaku subjek yang akan menghadapi semua permasalahan dari pernikahan sebagai konsekuensi untuk membentuk sebuah keluarga.

Salah satu hal yang penting dan sejujurnya memang hal utama selain mental adalah persiapan finansial untuk keluarga Anda nantinya. Persiapan finansial ini bukan hanya mengenai kebutuhan hidup berdua namun juga calon anggota keluarga lainnya yaitu anak Anda. Belum lagi ada beberapa urusan lain yang sebaiknya juga dimiliki sebagai antisipasi dan proteksi terhadap keluarga, yaitu asuransi. Bermacam-macam kebutuhan yang dasarnya harus dipenuhi ini tak jarang menimbulkan tekanan pada setiap pasangan suami dan istri baru ini. Bila boleh jujur, sejatinya tidak pernah ada pasangan yang siap seratus persen dalam menjalani sebuah komitmen yaitu menikah dan membangun keluarga. Sekalipun keduanya telah mapan dalam hal finansial, mental harus siap secara dinamis untuk dapat menghadapi segala terpaan dalam dinamika berkeluarga.

Mari fokuskan pembahasan pada topik finansial yang jelas menjadi topik yang cukup krusial dalam urusan pernikahan. Akuilah ketika Anda akan menikah, Anda merasa siap tidak siap untuk hidup sepenuhnya menerima pasangan Anda apa adanya sungguh-sungguh apa adanya. Perbedaan latar belakang keluarga, pendidikan, karir, dan hal-hal lainnya tak jarang menjadi ‘penggoda’ bagi Anda untuk berpikir ulang mengenai komitmen berkeluarga ini. Bagaimana bila pernikahan ini gagal? Bagaimana bila ternyata suami dan istri selama ini tidak siap untuk berkomitmen jangka panjang? Bagaimana bila pasangan suami dan istri ini tidak sanggup berjuang bersama? Semua akan muncul ketika Anda semakin dekat dengan tanggal pengesahan atau hari pernikahan. Wajar, karena Anda akan seumur hidup menjalani keseharian dengan orang yang sama, menghadapi masalah dengan orang yang sama, mungkin akan muncul cekcok berulang dari orang yang sama. Bahkan bisa dikatakan pernikahan itu sebuah komitmen yang membosankan.

Kesiapan Finansial

Berbicara mengenai kesiapan finansial dalam keluarga, tidak jarang beberapa pasangan suami istri menyepakati komitmen untuk membicarakan bersama mengenai arus aliran kas pendapatan dan pengeluaran untuk kebutuhan bersama. Beberapa dari mereka bersedia terbuka untu mengatakan bahwa setiap pribadi dari mereka ingin diperbolehkan memiliki rekening tabungan pribadi yang jelas penggunaannya bersifat pribadi dan pasangan tidak boleh terlalu ikut campur terhadap uang dalam rekening tabungan pribadi. Pada awal kesepakatan ini terlihat begitu mulus, kedua belah pihak sama-sama menyetujui adanya komitmen bersama ini.

Namun tidak semua pasangan suami istri pada akhirnya bisa terus memegang komitmennya, apalagi komitmen yang dibuat merupakan janji jangka panjang yang harus ditepati secara disiplin. Meski beberapa orang mungkin akan berpendapat bahwa ketidakdisiplinan untuk menepati janji bersama ini wajar mungkin karena jenuh, namun janji tetaplah janji yang harus ditepati. Entah ada alasan apa, ada faktor luar apa, kesepakatan ini bagai kontrak tanpa batas waktu. Setidaknya, terdapat 5 hal yang merupakan kebijakan dan kesepakatan bersama pasangan suami dan istri mengenai aturan main finansial mereka yang justru berpotensi menggoyahkan keuangan Anda dan pasangan. Apa saja? ini dia!

1. Membeli Rumah Baru

Membeli Rumah Baru via mcarthurhomes.com
Membeli Rumah Baru via mcarthurhomes.com
Memiliki rumah sendiri merupakan impian setiap pasangan baru dan kerap menjadi dasar dalam membangun kerajaannya sendiri-sendiri. Keputusan ini jelas merupakan keputusan hasil rundingan bersama antara suami dan istri. Anda mungkin akan merasa campur aduk antara senang dan tertekan. Senang karena memiliki rumah baru, tertekan karena mungkin pendanaan Anda kurang sehingga Anda harus melakukan pinjaman – yang tentu saja akan menimbulkan kewajiban pembayaran bunga hutang.

Sebelum memutuskan untuk berhutang entah pada bank, lembaga keuangan non bank, atau kepada keluarga persiapkan lebih dahulu mengenai jumlah keluarga (jumlah anak yang akan hadir), luas rumah, kebutuhan ruangan, dan lain-lain. Ini akan berpengaruh pada jumlah pinjaman yang akan Anda dapatkan dan secara tidak langsung juga kepada jumlah bunga hutang yang harus dibayarkan. Jangan sampai Anda asal dalam meminjam namun pada akhirnya kesulitan dalam pengembalian hutang beserta bunga hutang akibat pendapatannya tidak menutupi. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya hidup selama masa pembangunan rumah (bila ingin membangun rumah).

2. Memiliki Anak

Memiliki Anak via landonhomes.com
Memiliki Anak via landonhomes.com
Setelah menikah dan memiliki rumah, memiliki anggota keluarga baru wajib hukumnya. Memiliki anak merupakan impian setiap pasangan suami istri untuk meneruskan keturunan mereka baik dari sisi Ayah maupun dari sisi Ibu. Anda mungkin akan senang dengan merawat mereka, bermain dengan anak, dan hal-hal lain. Namun pertimbangkan bahwa anak juga membutuhkan biaya yang besar selama masa pertumbuhan dan perkembangannya hingga setidaknya berusia 18 tahun dimana ia dianggap telah siap untuk tinggal terpisah dengan orang tuanya. Biaya yang harus Anda persiapkan untuk kehidupannya, sekolahnya, kebutuhan dan keinginannya juga bukan merupakan nominal yang sedikit. Perhitungkan antara pendapatan Anda dan pasangan dengan kemampuan untuk menghidupi anak.

3. Dana Darurat

Persiapkan  Dana Darurat via livingwellspendingless.com
Persiapkan  Dana Darurat via livingwellspendingless.com
Ketika Anda telah memiliki anak, mungkin ada masa Anda harus cuti dan fokus dalam mengurus anak. Ini artinya Anda tidak memiliki pendapatan dan kehidupan Anda bergantung pada pasangan yang bekerja. Tentu saja ini harus dipertimbangkan apakah Anda sungguh-sungguh telah siap dalam pembiayaan ataukah Anda perlu untuk kembali mengajukan hutang untuk sementara waktu menanggung kehidupan Anda yang tidak memiliki pendapatan. Perasaan was-was dan tertekan pasti dan jelas akan dialami oleh pasangan suami istri ini mengingat baru memiliki anak pertama dan biasanya orang tua akan cenderung lebih kaku.

Baik pasangan yang bekerja atau Anda yang mengurus anak, keduanya akan sama-sama merasakan tekanan yang cukup besar untuk ditanggung berdua. Belum lagi bila Anda sendiri memiliki perasaan malu yang cukup besar terhadap pasangan ketika tidak memiliki pendapatan. Maka dari itu, pertimbangkan dari awal bahkan sebelum memiliki anak. Berapa dana darurat yang harus siap, berapa nominal minimal yang harus ada di tabungan, baik itu tabungan pribadi maupun tabungan bersama. Hal-hal ini penting untuk mencegah kekurangan dana untuk hidup dan mencegah tekanan yang mungkin muncul.

4. Kewajiban Merawat Orang Tua

Kewajiban Merawat Orang Tua via timesulin.wpengine.netdna-cdn.com
Kewajiban Merawat Orang Tua via timesulin.wpengine.netdna-cdn.com
Mungkin Anda cukup tertekan dengan kehadiran sang buah hati pertama karena belum pernah mengurusi secara langsung sebelumnya mengenai kebutuhan dan keinginan serta apa yang terbaik bagi anak. Belum lagi persoalan pendidikan yang sangat penting. Anda mungkin lebih akan tertekan bila tanggung jawab ‘melayani’ ini tidak hanya kepada pasangan atau anak, tapi juga orang tua yang mungkin membutuhkan perhatian lebih di rumah. Perasaan khawatir dan frustrasi mungkin saja muncul karena Anda baru dalam tahap belajar mengurus anak namun di saat bersamaan Anda juga harus mengurus orang tua. Idealnya, Anda dan pasangan harus berkomunikasi dan memperjelas kesepakatan bersama. Rumah ini akan ditempati siapa saja, siapa yang akan mengurusnya. Bila berdua, bagimana pembagiannya. Bagaimana bila ada orang tambahan yang artinya tanggungan biaya hidup ikut bertambah.

5. Anda Telah Siap Untuk Pensiun

Anda Telah Siap Pensiun via asteriskonline.ca
Anda Telah Siap Pensiun via asteriskonline.ca
Setelah Anda berhasil untuk melakukan segala kewajiban Anda dalam membangun rumah tangga hingga berhasil mengantarkan buah hati sampai menyelesaikan pendidikannya, apa yang ingin Anda lakukan lagi selain pensiun? Anda dan pasangan tidak lagi dituntut untuk mengerjakan segala sesuatu yang sifatnya mengurus kehidupan orang lain,  meskipun itu anak sendiri dan kini tinggal berdua saja. Pensiun kiranya menjadi pilihan yang tepat namun perhatikan bahwa dalam masa ini artinya Anda dan pasangan tidak bekerja dan tidak memiliki pendapatan lagi. Komunikasikan mengenai biaya hidup yang harus ada untuk menanggung kehidupan selama masa pensiun sehingga Anda tidak perlu pontang panting bekerja lagi karena kebutuhan Anda dan pasangan tinggal untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Rencanakan Keuangan Dengan Matang

Pada dasarnya, urusan pernikahan memang harus dipersiapkan dalam segala hal, namun aspek finansial memegang peranan cukup penting di sini karena kaitannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup. Maka, sebelum Anda dan pasangan yakin telah siap dari berbagai aspek, sekiranya matangkan dahulu persiapan itu guna menghindari permasalahan yang berakar dari ketidak siapan pasangan untuk hidup bersama dan membangun keluarga. Ingat, kesepakatan bersama berarti harus diputuskan secara bersama-sama.

Setiap orang tua pasti mengharapkan anak-anaknya dapat bertumbuh dengan baik dan memiliki sifat-sifat positif di dalam diri mereka. Hal ini tentu saja sangat beralasan karena pada dasarnya kepribadian seseorang akan tertempa sedemikian rupa sejak orang tersebut masih anak-anak. Banyak sifat yang pada akhirnya akan menjadi sifat bawaan yang dimiliki hingga kelak dewasa nanti. 

Karena alasan tersebut, tak heran jika banyak orang tua yang berusaha dengan keras menanamkan kedisiplinan dan berbagai macam kebiasaan yang dianggap positif ke dalam diri anak-anak mereka. Hal ini bisa saja akan berdampak positif bagi si anak, namun bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat maka justru dampak negatif yang akan didapatkan dari penerapan tersebut.

Salah satu hal yang paling sering diterapkan oleh para orang tua terhadap anak-anaknya adalah cara hidup hemat. Ini merupakan pola hidup yang pada prakteknya akan sangat berpengaruh besar terhadap kesuksesan seseorang di dalam mengatur keuangannya dan bahkan mengatur keseluruhan hidupnya. Oleh sebab itu, banyak orang tua yang sejak dini telah membiasakan anak-anaknya untuk menerapkan gaya hidup hemat dengan cara mengajarkan hal tersebut kepada mereka sejak dini.

Hindari Menggunakan Metode Hadiah dan Hukuman

Hindari Mendidik Anak dengan Hukuman via wordpress.com
Hindari Mendidik Anak dengan Hukuman via wordpress.com
Pada dasarnya pemberian hadiah kepada anak hanya akan baik bila dilakukan sesekali saja, hanya di momen tertentu dan bukan setiap saat. Tidak baik terlalu sering memberi mereka hadiah karena hal tersebut akan mendidik mereka untuk selalu mengharapkan sesuatu atas perbuatan/sikap baik yang mereka lakukan. Hal ini tentu saja akan berdampak buruk dan menjadi sesuatu kebiasaan negatif yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti.

Hal yang tak kalah buruknya adalah ketika si anak kelak telah dewasa dan berbaur dengan masyarakat luas, maka besar kemungkinan dia akan terbiasa mengharapkan imbalan atas setiap perbuatan baik yang dilakukannya pada orang lain. Sebagai orang tua, kita tentu tidak ingin anak-anak kita berada dalam posisi tersebut, karena itu sebaiknya hindari untuk terlalu sering memberi mereka hadiah atas perbuatan baik/kepatuhan mereka kepada orangtua.

Metode Konsekuensi Alami dan Logis

Konsekuensi alami merupakan konsekuensi yang datang secara alami dan tidak dibuat-buat. Sebagai contoh, ketika anak tidak mau makan, maka kita bisa mengingatkan dia, bahwa bila dia tidak makan maka dia akan merasa lapar dan tidak dapat beraktifitas seperti biasa. Saat anak tetap menolak untuk makan dan tidak mendengarkan kita, maka biarkan saja dia tetap beraktifitas dan mengalami sendiri konsekuensi tersebut hingga akhirnya merasa lapar dan meminta makan.

Hal ini juga berlaku di dalam mengajarkan pola hidup hemat kepada anak, dengan cara menabung. Pada saat dia tidak mau/malas untuk menabung uangnya ke celengan, maka kita dapat mengingatkan dia bahwa dia tidak akan bisa membeli barang yang diinginkannya karena celengannya tidak akan pernah terisi penuh. Ketika anak melihat sendiri konsekuensi dari ketidakdisiplinannya tersebut, maka di lain waktu dia akan berusaha belajar untuk menghindari konsekuensi tersebut.

Konsekuensi logis merupakan konsekuensi yang dibuat oleh orangtua. Sebagai contoh, bila anak tidak mau menaruh pakaian kotor di tempat cucian, maka kita dapat menyembunyikan pakaian bersih dari dalam lemari. Hal ini akan mengajarkannya bahwa konsekuensi dari tidak menaruh pakaian kotor di tempat cucian adalah dia tidak akan mendapatkan pakaian bersih. Metode pendidikan ini akan memberikan pelajaran penting bagi anak, di mana mereka dapat belajar tentang hubungan sebab akibat secara alami.

Metode ini juga dapat dipakai dalam menerapkan disiplin menabung kepada anak. Misalnya, pada saat menabung, anak-anak akan sering merasa bahwa uang mereka tidak akan pernah cukup banyak dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat uang tersebut terkumpul dalam jumlah banyak. Maka sebagai orangtua, kita dapat membantu mereka dengan cara memberi uang tambahan sebagai uang tabungan mereka sehingga waktu yang mereka habiskan untuk mengumpulkan uang akan lebih singkat dan mereka dapat membeli barang yang mereka kehendaki. Metode ini akan mengajarkan 2 manfaat sekaligus, yaitu: melatih kedisiplinan anak dan mengajarkan pola hidup hemat juga.

Aktivitas Menghemat Bersama si Kecil

Aktivitas untuk Mengajarkan Si Kecil Berhemat via savingdinner.com
Aktivitas untuk Mengajarkan Si Kecil Berhemat via savingdinner.com
Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan pola hidup hemat di dalam diri anak-anak, beberapa langkah jitu di bawah ini dapat kita jadikan sebagai contoh:

1. Melakukan Aktifitas Belanja Hemat Bersama Anak
Pada dasarnya, anak-anak akan senang bila diajak berbelanja. Biasanya mereka akan sangat antusias dan bersemangat saat melakukannya. Maka kita sebagai orang tua harus pintar-pintar menunjukkan cara berbelanja hemat kepada mereka di dalam kesempatan tersebut. Belilah hanya barang-barang yang memang sangat dibutuhkan, jangan sampai anak melihat kita berbelanja tanpa kontrol dan perhitungan yang jelas manfaatnya. Lakukan aktivitas ini dengan santai dan tunjukkan kepada anak bagaimana cara berbelanja dengan perhitungan yang tepat dan tidak sembarangan dalam memilih barang belanjaan. Dalam hal ini, anak akan belajar teliti dan memiliki pertimbangan yang baik di dalam berbelanja dan menggunakan uang.

2. Mengajarkan Anak untuk Menabung
Ini merupakan salah satu cara yang paling penting dalam mendidik anak agar memiliki gaya hidup hemat di dalam diri mereka. Pada awalnya kita dapat mengajarkan mereka untuk menabung di celengan dan membiasakan kegiatan tersebut terjadi dengan rutin setiap hari. Setelah anak masuk sekolah, maka tak ada salahnya membuka sebuah rekening bank untuk mereka karena sekarang ada banyak bank yang menawarkan tabungan khusus anak dengan berbagai fitur menarik di dalamnya.
 
3. Memberi Tahu Cara Mendapatkan UangTak ada salahnya menceritakan kepada anak bagaimana cara kita mendapatkan uang yang pada akhirnya digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup keluarga. Namun perlu untuk diingat, bahwa kita tidak perlu membuat mereka mengerti pada hal-hal yang bisa saja belum saatnya untuk mereka mengerti.

Katakan pada mereka dengan santai dan gaya penceritaan yang menarik dan tidak berlebihan. Hal tersebut akan membuat mereka lebih mudah mengerti dan tidak takut dengan segala kesulitan yang dihadapi oleh orang dewasa saat mencari uang. Kita bisa menceritakan bagaimana orang tua pergi bekerja dengan sangat bersemangat agar anak-anaknya bisa makan dan bersekolah dengan baik tanpa kekurangan apapun, hal ini akan membuat mereka terharu dan lebih menghargai segala pemberian orangtuanya dan mulai belajar untuk berhemat.

4. Melakukan Perbandingan HargaAnak adalah gambaran orang tuanya, begitu kira-kira pepatah yang banyak digunakan oleh orang zaman dulu. Maka hal tersebut pun bisa berlaku pada gaya hidup yang kita tunjukkan pada anak dan kemudian dicontoh oleh mereka di dalam kehidupannya.
Hal ini dapat kita lihat dalam berbagai hal, salah satunya bagaimana cara kita berbelanja. Bila kita terbiasa memilih dan membandingkan barang-barang belanjaan kita dengan cara yang bijak dan anak sering melihat kita melakukan hal tersebut, maka besar kemungkinan mereka juga akan melakukan hal yang sama di saat berbelanja. Anak akan terbiasa untuk belajar membandingkan harga dan kualitas barang yang akan dibelinya dan kemudian mereka akan memiliki kemampuan untuk memilih barang terbaik dengan harga yang lebih hemat.
 
5. Biasakan Berbelanja dengan Uang Tunai
Berbelanja dengan cara yang praktis dan nyaman adalah hal yang sering menjadi pilihan bagi banyak orang. Namun sebagai orangtua, ada baiknya hal tersebut tidak lagi kita lakukan, terutama saat kita berbelanja bersama anak. Hindari menggunakan kartu kredit saat berbelanja bersama anak karena hal itu akan membuat mereka terbiasa dengan kenyamanan dan cenderung berpotensi meniru gaya belanja anda saat dewasa nanti karena anak akan meniru perilaku hidup yang kita tunjukkan pada mereka.

Gunakan uang tunai saat berbelanja, karena dengan demikian kita dapat mengontrol jumlah pengeluaran uang belanja dan menyesuaikan daftar belanjaan yang telah dibuat dengan jumlah uang yang kita bawa saat berbelanja. Hal ini akan sangat berguna untuk membantu kita berhemat dan menghindari pemborosan juga.

Ajarkan Mereka Bersyukur

Sesekali, ajaklah anak untuk melihat kondisi di luar rumah dan di luar wilayah kenyamanannya. Kita bisa mangajaknya mengunjungi panti asuhan dan panti jompo, di sana mereka dapat belajar bagaimana beruntungnya mereka memiliki segala sesuatu yang ada di dalam hidupnya. Hal ini juga akan mengajarkan mereka untuk selalu bersyukur dan membiasakan diri berhemat.

Kalau Anda sudah merencanakan memiliki anak, Anda sebaiknya tidak main-main dalam merencanakan kehidupan bersama buah hati. Kenyataannya banyak orang tua yang tidak siap dalam membesarkan anak, termasuk mencukup kebutuhannya mulai dari kebutuhan dasar hingga masalah dana pendidikannya. Sekolah sebagai tempat anak mendapatkan ilmu dan pendidikan setelah di lingkungan keluarga kini kebanyakan mematok biaya pendidikan yang relatif tinggi untuk setiap iuran yang dibebankan kepada orang tua. Maka pemerintah pun akhirnya turun tangan dengan memberikan bantuan operasional sekolah atau BOS sehingga anak-anak bisa bersekolah dengan iuran yang lebih rendah.

Selain masalah biaya yang terus meningkat, batas waktu mendaftarkan anak Anda di sekolah juga ada aturannya. Jadi Anda tidak bisa semena-mena mendaftarkan anak Anda ke sekolah dengan tolok ukur perasaan Anda. Anda harus mengikuti aturan yang berlaku ketika mendaftarkan putra putri Anda ke sekolah baik itu sekolah negeri maupun swasta. Bila Anda tidak mempersiapkan diri untuk dapat membiayai pendidikan putra putri Anda, akan sangat sulit untuk mendapatkan pinjaman dana dengan proses pencairan yang cepat guna membiayai pendidikan sesuai batas waktu yang ditentukan.

Tidak mau kan mengalami cerita panik akibat masalah biaya yang harus ditanggung? Oleh sebab itu, perhatikan beberapa tips berikut yang ditujukan bagi para orang tua dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak agar tidak ada cerita panik untuk mencari modal pembiayaan pendidikan buah hati.

1. Sisihkan Pendapatan

Sisihkan Pendapatan Anda via img.hipwee.com
Sisihkan Pendapatan Anda via img.hipwee.com
Sisihkan sebagian pendapatan sebagai anggaran pendidikan buah hati sedini mungkin. Jangan pernah berpikir untuk menunda-menunda persiapan dana pendidikan anak. Sejatinya semakin lama Anda memulai menyisihkan dana untuk pendidikan anak, semakin sulit nantinya Anda mendaftarkan anak Anda ke sekolah karena faktor-faktor penghambat seperti semakin tingginya biaya masuk dan iuran bulanan sekolah.

Usahakan untuk sedini mungkin memulai menyisihkan pendapatan baik itu dari Anda maupun pasangan. Ini jelas akan membantu meringankan beban biaya pendidikan anak ketika mereka mulai masuk sekolah. Misalkan Anda mulai menabung untuk pendidikannya sejak anak usia 1 tahun, sehingga di usia 4 tahun ketika anak masuk TK, Anda tidak terlalu berat dalam membayar biaya masuk dan iuran bulanan sekolah. Akan lebih baik lagi sedari Anda dan pasangan belum merencanakan memiliki anak tapi sudah memiliki tabungan pendidikan. Semakin dini Anda memulai menyisihkan pendapatan untuk tabungan terutama tabungan pendidikan, semakin Anda tidak terbebani dengan biaya sekolah yang cukup tinggi.

2. Jumlah Anak

Jumlah Anak via gulalives.com
Jumlah Anak via gulalives.com
Bila Anda merencanakan untuk memiliki anak lebih dari satu, pastikan Anda bisa mengatur pembagian sisihan pendapatan itu secara adil untuk kebutuhan pendidikan setiap anak. Semakin banyak jumlah anak yang ingin Anda miliki, semakin tinggi biaya yang harus Anda persiapkan untuk menunjang kehidupan mereka dan pendidikan mereka nantinya. Perlu Anda pertimbangkan lagi bahwa semakin tinggi level pendidikan maka kebutuhan sekolahnya pun akan semakin banyak dan mahal mulai dari kebutuhan biaya iuran sekolah, kebutuhan pendukung belajar, pembelian alat tulis, kegiatan praktikum, semuanya memerlukan biaya tambahan yang mungkin akan memberatkan Anda bila Anda tidak merencanakan penganggaran secara detil dan rapi.

Sebagai saran dan untuk mendukung gerakan KB, akan lebih baik bila Anda dan pasangan membatasi jumlah anak maksimal 2 orang. Selain mengontrol jumlah penduduk di Indonsia, ini akan meringankan Anda dari beban pembiayaan hidup anak Anda – termasuk dengan biaya pendidikannya.

3. Buat Anggaran

Buat Anggaran via tharunka.arc.unsw.edu.au
Buat Anggaran via tharunka.arc.unsw.edu.au
Anda perlu untuk merancang anggaran pendidikan anak dengan detil. Selain menyesuaikan jumlah anak, Anda juga harus memperhitungkan kemampuan Anda dalam pembiayaan sekolah terkait dengan sekolah tujuan. Hal yang penting dari sebuah sekolah adalah esensi ilmu yang diberikan oleh guru kepada para muridnya. Anda tidak perlu mengikuti gengsi untuk memasukkan anak Anda ke sekolah elite yang mungkin biayanya berkali-kali lipat dari sekolah biasa. Biasakan untuk bersikap realistis, rencanakan sekolah yang dituju juga berkaitan dengan kemampuan membayar Anda.

Selain berkaitan dengan masalah biaya, sekolah elite tidak menjamin anak Anda merasa nyaman dan bahagia dalam belajarnya. Bisa jadi di dalam sekolah dia tidak merasa menjadi dirinya sendiri atau kerap merasa minder dengan teman-teman sebayanya. Alhasil anak menjadi tidak semangat belajar dan kemungkinan untuk tidak hadir semakin tinggi. Ini artinya Anda sebagai promotor pendidikan akan rugi dalam membiayai pendidikan anak Anda di sekolah elite tersebut.

4. Buat Prioritas Keuangan

Buat Prioritas Keuangan via commonwealthfoundation.org
Buat Prioritas Keuangan via commonwealthfoundation.org
Jadilah orang yang memiliki prioritas terutama dalam hal pengaturan keuangan. Hal ini sangat penting dilakukan ketika Anda menyadari posisi Anda tidak sebagai orang yang sangat berkecukupan sehingga harus membuat daftar prioritas apa saja hal-hal urgent yang harus didahulukan urusannya. Jika Anda merasa bahwa keadaan Anda sekarang sangat membutuhkan banyak dana untuk kebutuhan dan keperluan hidup sehari-hari dan merasa sulit untuk menyisihkan pendapatan Anda dengan pasangan, Anda harus belajar mengatur mana hal yang menjadi prioritas dan mana hal yang pemenuhannya bisa ditunda.

Bila Anda merasa bahwa pendidikan buah hati cukup menjadi prioritas yang tinggi dalam daftar Anda, sebaiknya Anda sisihkan pendapatan dan alokasikan lebih banyak untuk pendidikan anak. Bisa juga Anda menghapus beberapa keinginan dari daftar prioritas. Ketika Anda sudah menjadi orang tua, bukankah anak memang menjadi prioritas utama?

5. Alokasi Dana

Alokasi Dana viacache-blog.credit.com
Alokasi Dana viacache-blog.credit.com
Alokasikan dana dengan mengkalkulasinya secara cermat dan detil tanpa mengorbankan kebutuhan lain yang sama pentingnya. Dalam hal ini, prioritas juga harus mencakup kebutuhan yang dasar, jadi realistis saja, tanpa pemenuhan kebutuhan ini maka kehidupan Anda akan terganggu dalam mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan sekunder apalagi tersier. Menabung memang sesuatu yang wajib bila Anda sudah menjadi orang tua atau sudah berkeluarga tapi tidak berarti kebutuhan yang lain menjadi terlantar.

Idealnya untuk memiliki tabungan setidaknya nominal tabungan tersebut adalah 10% dari akumulasi pendapatan Anda dan pasangan setiap bulan. Selebihnya bisa Anda gunakan untuk keperluan lainnya. Jadi menabung memang kegiatan disiplin untuk menyisihkan sebagian pendapatan yang nantinya hasil akumulasi ini bisa digunakan salah satunya untuk keperluan pendidikan anak namun Anda juga tidak boleh menelantarkan kebutuhan lainnya karena hidup Anda juga bergantung pada kebutuhan sandang, papan, dan pangan.

6. Miliki Asuransi Atau Tabungan Pendidikan

Miliki Asuransi Pendidikan Atau Tabungan Pendidikan via watchdog.org
Miliki Asuransi Pendidikan Atau Tabungan Pendidikan via watchdog.org
Bila Anda merasa kesusahan dalam merencanakan dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan dengan maksud pembiayaan hal-hal yang direncanakan terjadi di masa mendatang, Anda bisa menggunakan jasa agen asuransi atau tabungan pendidikan. Pihak penyedia jasa asuransi ini biasanya menjadi pendukung Anda yang paling kuat karena mau tidak mau, suka tidak suka, Anda akan dipaksa untuk menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk diinvestasikan dalam bentuk asuransi.

Tabungan pendidikan anak pun juga seperti itu. Pembayarannya ada yang dilakukan dengan pemotongan gaji yang ditransfer lewat rekening tabungan Anda. Hal ini jelas akan memudahkan Anda dalam menyisihkan pendapatan karena besar nominal yang ada di rekening tabungan adalah murni uang yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya setelah dipotong untuk tabungan pendidikan anak.

Displin Menabung

Kebiasaan ini tidak bisa membuahkan hasil dalam waktu yang singkat maka Anda perlu disiplin untuk membuahkan hasil yang maksimal. Selain itu, kebiasaan disiplin ini akan mempermudah Anda sendiri nantinya terutama bila menghadapi masalah biaya pendidikan anak, apalagi kalau anak Anda tidak hanya satu.
 
Pada intinya untuk masalah dana pendidikan anak, Anda hanya perlu mendisiplinkan diri dalam membuat prioritas kebutuhan, disiplin menyisihkan pendapatan, dan disiplin dalam pelaksanaannya. Jangan sampai tergoda untuk mengutak-atik dana simpanan Anda. Bila Anda merasa tidak yakin untuk mengelola tabungan ini sendiri, Anda bisa menyerahkannya pada bank yang memberikan produk layanan tabungan pendidikan. Sistemnya adalah pemotongan dana yang ada pada rekening tabungan gaji Anda dan langsung mendepositkannya kepada tabungan pendidikan. Hal ini akan meringankan beban Anda karena setiap kali Anda menerima gaji Anda sudah tidak dipusingkan lagi mengenai pembayaran uang tabungan yang akan digunakan untuk pembiayaan pendidikan anak namun bisa langsung dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Mengetahui pentingnya memiliki tabungan pendidikan bagi anak Anda, sudah memutuskan untuk memiliki tabungan pendidikannya?

Kamu baru saja lulus dari SMA? Sudah tahu mau lanjut kuliah atau kerja? Atau mau dua-duanya?
Pertanyaan terakhir ini cukup menjadi tantangan bagi para kaum muda, terutama bagi para lulusan SMA atau SMK. Mau kemana setelah lulus SMA atau SMK? Pilihannya, kalian bisa melanjutkan studi kuliah, bekerja, atau menganggur. Semuanya tergantung pada keputusan masing-masing individu. Mengapa? Karena sejatinya setelah seseorang lulus SMA atau SMK (atau sekolah setingkat itu) sebenarnya sudah mampu dikatakan dewasa secara umur. Sudah layak dan pantas bila kalian memutuskan apa yang ingin kalian kejar dan mimpi apa yang ingin kalian wujudkan. Meski terlalu dini untuk berbicara mengenai “ingin menjadi apa nantinya” namun keputusan kalian saat ini sangat berdampak pada kehidupan kalian untuk jangka panjang.

Bila kamu memilih untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, tepuk tangan meriah akan kamu dapatkan. Mengapa? Karena keputusan untuk kuliah sebenarnya didasari oleh dua hal: kemampuan otak dan kemampuan finansial. Kemampuan otak tidak sepenuhnya mengenai kecerdasan intelektual namun juga kesadaran dan niat. Selain itu kita tahu bahwa tidak bisa dipungkiri lagi biaya pendidikan terus naik, terutama untuk biaya pendidikan di bangku kuliah yang terbilang tinggi. Maka tak jarang lulusan SMA yang pada akhirnya tidak bisa melanjutkan pendidikan akibat terhambat masalah biaya.
Di zaman yang canggih dan jauh lebih fleksibel sekarang ini, masalah biaya pendidikan mulai didukung oleh banyak pihak. Beberapa bahkan memberikan sumbangsih yang bisa dikatakan cukup besar kepada para siswa berprestasi untuk dapat melanjutkan studinya. Harapannya adalah supaya para bibit unggul ini menjadi pribadi yang berpendidikan tinggi dan memajukan Indonesia, meski kita juga tahu bahwa beberapa di antaranya menaruh harapan akan feedback berupa kontrak kerja dengan mereka yang mendapatkan sumbangsih pendidikan dari pihak tertentu tersebut.

Kamu ingin melanjutkan studi namun terhambat masalah biaya? Berikut ini adalah beberapa sumber dana untuk membantu kamu membayar biaya kuliah sendiri tanpa bantuan orang tua 

1. Dari Beasiswa

Aktif Mencari Beasiswa via knowcache.com
Aktif Mencari Beasiswa via knowcache.com
Poin yang satu ini akan menjadi peluang besar bagi kamu sekalian yang ingin melanjutkan studi tanpa harus membebani orang tua. Kamu harus aktif mencari beasiswa yang bisa memberikan biaya pendidikanmu selama duduk di bangku kuliah. Memang tidak mudah, namun informasi untuk mendapatkan beasiswa telah disebar dengan mudah. Lewat internet, koran, radio, pengumuman di papan publik, mana yang tidak menjadi lahan informasi? Kuncinya hanya niatmu untuk mencari informasi terus menerus dan coba untuk apply permohonan beasiswa.

Selain kamu sudah dimudahkan dalam informasi yang disebar melalui berbagai media, beruntunglah kamu karena sekarang berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta serta berbagai sektor perusahaan yang menyediakan berbagai jenis beasiswa mulai dari parsial hingga beasiswa penuh. Jenis beasiswa ini juga beragam bisa mulai dari awal masuk kuliah atau mungkin bisa diajukan ketika kamu sudah berada di tengah semester.

Beasiswa yang disebar sekarang pun tak terbatas untuk pembiayaan pendidikan di bangku kuliah di dalam negeri saja namun juga di luar negeri. Bahkan negara tetangga kita, Singapore, kerap kali membuka kesempatan mendapatkan beasiswa sejak ingin masuk SMA di Singapore. Tujuannya agar lebih bisa menguasai bahasa Inggris dan menyamakan level pendidikan di sana sebelum masuk dalam universitas di Singapore. ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Kuliah itu memang keras. Tapi hidupmu akan lebih keras lagi bila tidak kuliah apalagi bekerja. Mengapa? Di bangku kuliah, kamu akan mendapatkan berbagai teori ilmu dan di dunia bekerja kamu akan dapat mengaplikasikan teori, mendapat informasi yang lebih realistis mengenai teori, sehingga bisa jadi kamu mendapat solusi yang lebih baik dalam menghadapi berbagai masalah yang kaitannya dengan pekerjaanmu nantinya.

Kalau kamu mau cek untuk informasi beasiswa dalam negeri, coba terus pantau informasi beasiswa S1 yang mungkin ada dari beberapa perusahaan maupun lembaga berikut:
  •         Bidik Misi
  •         Djarum Foundation
  •         Sampoerna Foundation
  •         ASTRA
  •         Yayasan Orbit Ainun Habibie
Mau kuliah S2? Ada juga  beasiswanya dan tidak jarang diadakan melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan berbagai negara, sebagai contoh:
  •         Swedish Scholarship for International Students
  •         Fulbright Foreign Student Program
  •         Australian Awards Scholarship
  •         Erasmus Mundus
  •         Monbukagakusho
Kata siapa cari beasiswa susah?

2. Dari Pinjaman

Ajukan Pinjaman via bestpersonalloan.files.wordpress.com
Ajukan Pinjaman via bestpersonalloan.files.wordpress.com
Poin terakhir ini bisa jadi menjadi pilihan terakhir bila poin 1 dan 2 kamu rasa tidak bisa dilakukan untuk alasan-alasan tertentu yang (seharusnya) masuk akal. Bila kamu memang harus mengajukan pinjaman untuk pembiayaan kuliah, perhatikan 2 hal berikut yang harus kamu garis bawahi sebelum menunjuk siapa pihak yang kamu rasa bisa memberikan pinjaman.

1. Hindari Renternir

Pilihlah orang yang benar-benar mapan dan dekat denganmu bila kamu benar-benar harus meminjam uang untuk keperluan ini. Mengapa kamu harus menghindari peminjaman dari renternir? Kamu tidak bisa menjamin kapan kamu bisa melunasi semua pinjamanmu beserta bunganya, bahkan sekalipun kamu meminjam, kamu mungkin harus tetap mencari pekerjaan untuk membayar cicilan pinjamanmu beserta bunganya. Dua kali kerja? Ya. Tapi untuk beberapa kasus tertentu memang pinjaman menjadi alternatif terbaik dalam pembiayaan. Hanya saja, hindari peminjaman dari renternir untuk menghindari resiko yang mungkin akan membuntuti.

2. Pilih Layanan Pinjaman Yang Tepat

Daripada mengandalkan jasa renternir, akan lebih baik bila kamu mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan resmi yang bisa memberikan pinjaman tanpa agunan seperti bank-bank yang ada saat ini. Mahasiswa kini boleh mengajukan pinjaman yang nantinya dibayar secara cicilan tanpa agunan atau tanpa bunga. Hanya saja, syaratnya kamu harus memiliki pekerjaan tetap yang bisa menjamin bahwa kamu akan melunasi setiap cicilan yang sudah disepakati.

Sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya bila kamu mengkalkulasi biaya total yang akan terjadi selama kamu kuliah, yang bisa mencakup biaya kuliah (normalnya selama 8 semester), biaya hidup, dan kebutuhan lain-lain selama kuliah. Hal ini jelas akan mempengaruhi nominal pinjamanmu. Selain itu, kamu harus mempertahankan prestasimu untuk mendukung kuliahmu selesai pada waktunya yang pada akhirnya tidak mengharuskan kamu membayar uang kuliah untuk beberapa semester yang tertunda atau mengulang.

Nah, kamu tidak perlu khawatir lagi untuk pembiayaan kuliahmu meski kamu tidak tergantung pada orang tua karena banyak sekali pihak yang bisa membantumu. Tetapi pihak utama yang bisa membuat keadaanmu lebih baik adalah kamu sendiri. Jadi pada intinya, berjuanglah untuk pendidikanmu dan berjuanglah untuk hidupmu!Beasiswa SMA maupun S1 hingga S3 semuanya ada tersebar di zaman serba canggih ini.

3. Cari Kerja

Cari Kerja via jordico.com
Cari Kerja via jordico.com
Merasa tidak cukup pintar untuk memenuhi syarat pengajuan beasiswa? Niatmu untuk belajar dan menambah ilmu saja tidak cukup. Biaya pendidikanmu tidak hanya lunas dari sekedar niat belajar. Dosenmu mungkin hanya akan tersenyum sinis bila kamu sekedar bilang “Saya akan niat belajar, Pak, Bu!” Jika kamu memang merasa tidak mampu untuk mengajukan beasiswa sebagai bantuan pembiayaan pendidikanmu, maka kamu harus berjuang dengan cara lain, misalnya cari kerja.

Mencari pekerjaan ini tidak harus pekerjaan yang full time. Kamu juga bisa mengajukan diri ke beberapa tempat usaha sebagai pekerja part time atau paruh waktu. Kerahkan tenagamu untuk bekerja dan mengumpulkan uang. Malu? Mengapa harus malu? Bahkan mahasiswa sekarang justru memiliki harga diri yang lebih tinggi ketika mereka bisa mendapatkan uang dari hasil usaha dan bekerja sendiri daripada hanya sekedar menggantungkan segala kebutuhannya pada orang tua.

Mau jadi apa? Jangan tanya. Banyak sekali pebisnis yang membutuhkan jasa mahasiswa pekerja paruh waktu. Beranikan dirimu untuk mengajukan lamaran bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko, penjaga rumah makan, reseller atau bagian marketing toko, bisa juga sebagai pengajar untuk anak-anak sekolah di sekitar rumah atau lingkungan kampus, atau berjualan secara online. Semuanya akan tetap menghasilkan penghasilan yang layak bila kamu kerjakan sepenuh hati.

Banyak Jalan Menuju Roma

Banyak jalan menuju roma, banyak  juga sumber dana untuk membantu kamu tetap kuliah tanpa bantuan orang tua. Dengan menggunakan kreativitas kamu, banyak hal selain cara diatas yang dapat kamu lakukan untuk dapat kuliah dengan biaya sendiri. Namun yang perlu diingat, jangan sampai hal yang kamu lakukan untuk tetap kuliah justru malah akhirnya membuatmu terlarut dan tidak fokus pada kuliah sedang dijalani.

Kebutuhan negara Indonesia kepada sumber daya manusia yang berkualitas begitu tinggi. Tidak hanya mengenai kebutuhan sumber daya manusia yang dibekali oleh pengetahuan luas dan mendalam tetapi juga bekal pendidikan moral yang baik. Maka untuk menyediakan kebutuhan yang urgent berikut, perguruan tinggi merupakan pihak yang cukup bertanggung jawab menelurkan generasi penerus yang berkualitas lewat jasanya dalam bidang pendidikan.

Masalahnya muncul ketika ‘pabrik’ sumber daya manusia berkualitas ini memakan biaya operasional yang cukup tinggi yang biasanya didapat dari iuran para pelajarnya. Karena tidak semua orang berada di posisi memiliki faktor kemampuan otak dan kemampuan finansial, pada akhirnya ada beberapa orang berpotensi dalam hal pengetahuan dan moral ini tidak bisa diolah secara lebih baik dan mendalam lagi lewat sebuah kampus.

Bila Anda di posisi orang yang memiliki potensi pengetahuan yang tinggi namun tidak memiliki kemampuan finansial yang mendukung, jelas bahwa kesempatan pengolahan diri Anda sebagai sumber daya manusia yang berkualitas bisa dikatakan sedikit terhambat. Meski kita tahu bahwa tidak pasti juga semua kampus pasti mampu menelurkan generasi penerus yang berkualitas, namun pada fungsi utamanya kampus adalah pihak yang mengolah pribadi berpengetahuan luas, detil, dan mendalam ini dengan memiliki jiwa yang didasari pada pengetahuan moral yang baik.

Bagaimana perasaan Anda berada di posisi seperti itu? Sangat tidak menyenangkan, bisa jadi begitu. Pasrah, juga menjadi jawaban sebagian orang. Namun perlu Anda tahu bahwa bukan itu yang dibutuhkan negara ini sekarang. Selain memiliki dasar pengetahuan yang cukup, pendidikan moral yang baik, harus ada juga semangat dari setiap pribadi tersebut untuk berjuang mengubah nasibnya yang pada akhirnya bila dilakukan secara massif akan mengubah nasib negara ini menjadi negara yang maju.

Maka, untuk mendukung supaya Anda tidak berhenti meneruskan pendidikan di bangku kuliah, dari dalam diri Anda sendiri harus ada semangat untuk terus memperjuangkan apa yang menjadi hak Anda. Bila masalahnya adalah soal biaya, Anda perlu mengetahui bahwa 3 opsi berikut tersedia untuk membantu Anda keluar dari masalah finansial yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan Anda.

1. Bantuan Negara

Bantuan Negara Berupa Beasiswa via isigood.com
Bantuan Negara Berupa Beasiswa via isigood.com

Dulu ada bantuan negara khusus di bidang keuangan yang membantu para mahasiswa cerdas supaya tidak kena drop out karena masalah ekonomi, namanya Kredit Mahasiswa Indonesia atau KMI. Untuk mendapatkan KMI, Anda harus menjaminkan ijazah Anda dan dana akan cair ketika Anda telah berhasil menyelesaikan tugas akhir. Pembayaran pelunasan wajib dilakukan setelah Anda dinyatakan lulus.

Kini kebijakan ini direvisi dalam UU Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa pemenuhan hak mahasiswa dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pemberian beasiswa, pembebasan biaya pendidikan, dan pinjaman dana tanpa bunga. Pembayaran pelunasan dilakukan setelah dinyatakan lulus dan memiliki pekerjaan tetap yang akan menjamin Anda memiliki kemampuan membayar utang pinjaman.

Pemberian beasiswa banyak dilakukan oleh pemerintah kepada mahasiswa berprestasi agar dapat melanjutkan studinya dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Beasiswa ini dibagi menjadi beberapa jenis paket yang terlihat dari cakupan biaya yang ditanggung oleh pemerintah, bisa parsial maupun penuh. Selain itu pemerintah juga menyediakan beasiswa yang dapat diambil dari sebelum masuk kuliah atau saat telah menjalani beberapa semester di perguruan tinggi.

Pembebasan biaya pendidikan hampir sama konsepnya dengan pemberian beasiswa. Banyak pihak kampus juga yang menyediakan program ini kepada para mahasiswanya yang dianggap berprestasi dan memiliki keterbatasan ekonomi dalam pembiayaan kuliahnya.
Pinjaman dana tanpa bunga inilah yang kerap kali menjadi incaran para mahasiswa. Sayang sekali, teknis pinjaman ini masih dalam tahap pembahasan, mengingat kasus dulu pernah terjadi mengenai penunggakan pembayaran pelunasan oleh mahasiswa yang meminjam uang tersebut.

2. Bantuan Perbankan

Ajukan Pinjaman via motorcitycoopcu.com
Ajukan Pinjaman via motorcitycoopcu.com
Bantuan perbankan yang paling terkenal adalah KTA atau Kredit Tanpa Agunan yang lazim digunakan para mahasiswa untuk membiayai pendidikannya di bangku kuliah. Sayangnya, bantuan ini belum ada payung hukum bersama antara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, dan Perbankan.

Bila Anda merasa bahwa bantuan perbankan tidak bisa menjamin Anda akan mendapat cukup dana untuk melunasi biaya pendidikan, mungkin Anda harus mencari cara lain seperti menggadaikan BPKP kendaraan di lembaga keuangan selain bank. Ini mungkin bisa menjadi cara tercepat untuk mendapatkan pinjaman bagi mahasiswa.

Pengajuan kredit ke bank juga bisa dilakukan sebagai salah satu opsi atau alternative dalam mendapatkan pinjaman secara cepat. Seperti yang sudah dilakukan oleh pihak Universitas Gadjah Mada yang menjalin kerja sama dengan bank untuk memberikan kelonggaran kepada para mahasiswa untuk mendapatkan kredit mahasiswa. Namun sasaran untuk kartu kredit ini adalah mahasiswa S2 yang fungsinya sebagai dana talangan yang kemudian hari akan dibayarkan oleh mahasiswa yang mengajukan kredit.

3. Cari uang sendiri

Cari Pekerjaan via jobmail.co.za
Cari Pekerjaan via jobmail.co.za
Bila Anda merasa bahwa pinjaman tidak cukup cepat menyelesaikan masalah Anda, atau mungkin akan meninggalkan masalah lain setelah masalah Anda sekarang selesai. Anda mungkin harus mencari opsi lain dalam mendapatkan dana cair namun tidak bisa dengan waktu yang cepat. Bila Anda bisa memproyeksikan kebutuhan dana Anda sekarang dan di masa yang akan mendatang dan kebutuhan itu sudah mencakup kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari, ada baiknya bila Anda berusaha sendiri dengan cara bekerja.

Bagaimana cara bekerja sendiri padahal Anda masih berstatus sebagai seorang mahasiswa? Mudah sekali. Anda sudah dimudahkan dengan berbagai hal yang menyediakan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja pada beberapa sektor bisnis yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Anda bisa bekerja sebagai apapun sesuai dengan kebutuhan lowongan kerja yang memperbolehkan Anda berstatus sebagai mahasiswa.

Bekerja paruh waktu sesuai dengan bidang pendidikan yang sedang Anda alami akan memberikan manfaat ganda bagi Anda. Pertama, jelas mengenai finansial. Kedua, Anda akan lebih bisa memahami permasalahan yang mungkin muncul terkait dengan bidang pendidikan Anda. Teori yang Anda dapatkan bisa dikembangkan lewat pekerjaan Anda. Sehingga menghubungkan antara teori dan praktik atau realisasinya bisa menelurkan sebuah jawaban atau pengetahuan baru yang mendukung proses pembelajaran Anda di bangku kuliah.

Tiga  opsi di atas hanyalah sebagian alternatif yang mungkin Anda bisa lakukan bila Anda sungguh sangat memerlukan dana cair dalam waktu cepat. Namun akan lebih baik bila Anda dapat memproyeksikan kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari selama kuliah sebelum mengajukan pinjaman. Selain itu pengaturan diri terhadap pinjaman itu harus dilakukan secara ketat karena Anda berurusan dengan uang yang sebenarnya bukan milik Anda, sebaiknya tidak dipergunakan secara semena-mena. 3 opsi di atas tidak bisa menjamin bahwa Anda akan mendapatkan pinjaman dana secara cepat dan mudah. Akan ada konsekuensi masing-masing dari setiap opsi dan itu merupakan resiko yang Anda pilih.

Tips Jika Mengambil Pinjaman Pendidikan

Sebagai tambahan, tips agar Anda tidak terjebak pada keadaan "kebutuhan pinjaman dana cair secara cepat" :

1. Pikirkan Secara Matang

Sukses Kuliah via febrianhadi.wordpress.com
Sukses Kuliah via febrianhadi.wordpress.com
Pikirkan matang-matang mengenai keputusan untuk kuliah. Ingat bahwa kuliah bukan untuk main-main dan biayanya tidak rendah. Anda akan berkorban waktu dan biaya yang jumlahnya tidak cepat dan tidak sedikit.

2. Biaya Pendidikan

Biaya Pendidikan via intisari-online.com
Biaya Pendidikan via intisari-online.com
Proyeksikan kebutuhan pendidikan dan kebutuhan hidup, normalnya selama 8 semester. Semakin lama Anda lulus maka semakin besar biaya yang harus  Anda keluarkan untuk turut mengoperasionalkan kampus, maka gunakan waktu secara tepat supaya Anda bisa lulus tepat waktu.

3. Pekerjaan Sampingan Non Akademik

Cari pekerjaan sampingan yang tidak memerlukan syarat akademik dan detil. Jangan pernah malu dan jangan pernah menganggap rendah sebuah pekerjaan karena Anda pun tidak bisa hidup dan bertahan di kampus tanpa pekerjaan yang Anda anggap sepele tersebut. Anda mungkin bisa bekerja sampingan dengan mengajar anak sekolah atau menjadi ojek online.

4. Hidup Sederhana

Usahakan Tidak Memiliki Gaya Hidup Tinggi via chicagogenie.com
Usahakan Tidak Memiliki Gaya Hidup Tinggi via chicagogenie.com
Usahakan untuk tidak memiliki gaya hidup yang terlalu tinggi. Ingat, bahwa Anda masih belum selesai dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi. Tidak perlu bergaya terlalu tinggi dalam menjadi mahasiswa. Gunakan filosofi padi bahwa semakin otak Anda berisi Anda harus semakin menunduk. Standar gaya hidup yang tinggi akan menuntut Anda pada pengeluaran keinginan yang hanya sebatas memuaskan gengsi, bukan memenuhi sebuah kebutuhan.

Fokus Pada Tujuan Awal Anda Kuliah

Dana atu biaya pendidikan yang tidak sedikit memang sering kali membuat sebagian orang frustasi dan akhirnya menyerah lalu memutuskan untuk tidak lagi melanjutkannya. Oleh karena itu fokus pada tujuan awal Anda kuliah menjadi sangat penting, dengan  mengingat kembali alasan awal Anda kuliah tentu akan memotivasi Anda untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan berbagai cara yang bisa Anda lakukan. Karena salah satu kunci kesuksesan adalah dengan tidak berhenti belajar.

Ada kalanya dimana Anda dan pasangan Anda memasuki tahap hubungan yang lebih serius, dengan kata lain berencana untuk menikah dan hidup bersama. Menikah merupakan langkah besar bagi kita semua. Maka dari itu, perlu disiapkan dengan matang segala kebutuhan hidup bagi kalian berdua. Salah satunya adalah keuangan.

Anda yang tadinya mengurus keuangan secara pribadi, kini harus mengatur dan membaginya untuk 2 orang. Tentu saja cara mengaturnya akan berbeda. Namun hal itu tidak menjadi masalah, karena di sini akan diulas mengenai beberapa cara jika Anda dan pacar memiliki rencana menikah. Simak cara-cara berikut ini!

1. Memisahkan Alokasi dan Hasil Tabungan Gaji Kalian

Alokasi gaji via highheelshighyields.com
Alokasi gaji via highheelshighyields.com
Hasil gaji Anda bisa dialokasikan untuk membayar DP gedung apartmen atau rumah masa depan kalian, sedangkan gaji pasangan untuk souvenir serta undangan menikah. Atau bisa saja kebalikannya, yang penting gaji kalian berdua dialokasikan untuk kedua hal ini. Bukannya bermaksud untuk membedakan untung dan rugi atau siapa yang lebih sukses, kalian disarankan melakukan ini agar mengetahui rincian pemasukan dan juga pengeluaran yang kalian berdua alami.
Coba saja hitung berapa yang akan dihasilkan jika kalian menyisihkan sekitar Rp 500.000,- dari gaji per bulan:
Untuk setahun Rp 500.000 x 12 = Rp 6.000.000 (DP gedung)
Milik pasangan Rp 400.000 x 12 = Rp 4.800.000,- ((Untuk membayar undangan dan souvenir)

2. Batasi Pengeluaran untuk Kencan

Piknik via partypicnic.com
Piknik via partypicnic.com
Tentu kencan tidak dapat dihindari sebagai kegiatan yang kalian berdua sering lakukan. Baik itu makan di restoran, nonton bioskop, piknik, jalan di mall, dan daftar hiburan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Untuk sementara, kalian mungkin perlu membatasi kegiatan ini dan memperketat pengeluaran, dan menabung gaji untuk biaya pernikahan nantinya.

Masih banyak hal lain yang dapat dilakukan dengan pasangan tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Dibandingkan nongkrong di kafe, ada kalanya piknik berdua di taman kota lebih terasa mesra, kan? Atau tidak harus selalu kalian update film premier di bioskop, terkadang melakukan movie marathon di rumah juga tak kalah seru! Dan yang terakhir, tentunya untuk bisa makan enak Anda tidak harus pergi ke restoran mewah. Memasak bersama bisa dijadikan pilihan pula.

Mungkin penghematan ini tidak terkesan membantu keuangan Anda dan pasangan, namun sebenarnya sangat lumayan. Coba pikirkan pengeluaran-pengeluaran kecil di samping pesta pernikahannya itu sendiri, seperti foto prewedding, dan lainnya.
Anggaran kencan selama satu tahun Rp 300.000 x 12 = Rp 3.600.000 (untuk jasa foto prewedding)

3. Komitmen untuk Menyisihkan Uang Per Bulan

Menabung via financialaid.ncsu.edu
Menabung via financialaid.ncsu.edu
Tidak hanya pengeluaran kegiatan kalian saja yang harus dibatasi, dengan menabung Anda juga bisa mempersiapkan untuk pengeluaran kecil pernikahan. Tabunglah sekitar Rp50 ribu per minggunya ke dalam celengan milik kalian berdua. Nominalnya tidak harus terlalu besar, yang penting konstan dan terus menerus.
Bayangkan simulasi berikut:
            Dalam sebulan, Rp 50.000 x 4 = Rp 20.000,-.
            Rp 200.000,- x 2 orang = Rp 400.000,-
            Dalam setahun, Rp 400.000,- x 12 = Rp 4.800.000,-.
Coba bayangkan, dengan uang seperti itu baju pernikahan dapat dijangkau. Lebih dari lumayan, kan?

4. Cicil Membeli Dalam Jangka Waktu Per Bulan

 Menyicil kebutuhan pernikahan via cdn1.bigcommerce.com
 Menyicil kebutuhan pernikahan via cdn1.bigcommerce.com
Untuk mempersiapkan hari besar Anda dan pasangan, tidak hanya dengan cara menabung dan menghemat saja, namun kalian juga dapat mulai mencicil keperluan atau barang yang akan digunakan untuk pernikahan. Agar tidak terasa terlalu berat, dapat dicicil satu per satu, bukannya membeli semua sekaligus.
Anda dan pasangan bisa mencicil dengan misalnya satu bulan untuk membeli pakaian pernikahan, bulan depannya untuk sepatu dan perhiasan, dan seterusnya.

5. Rajin Berburu Perabotan Murah

Perabotan bekas via divinecaroline.com
Perabotan bekas via divinecaroline.com
Untuk perabotan rumah Anda dan pasangan di kemudian hari, pasti kalian juga pusing memikirkan furniture dan dekorasi untuk melengkapinya, kan? Mungkin untuk tahun-tahun pertama kalian berdua sebagai pasangan suami istri, lebih baik jika kalian rajin melihat-lihat pusat barang bekas atau vintage.

Perabotan secondhand bukan berarti kualitasnya buruk, loh. Jika jeli, kalian bisa menemukan barang bagus dengan harga yang tentunya jauh di bawah harga perabotan serupa di toko-toko mewah. Cermati dahulu kondisi barang tersebut dengan teliti.

Persiapkanlah Kebutuhan Menikah Dari Jauh Hari

Demikianlah tips bagi Anda dan pasangan dalam mengatur keuangan untuk pernikahan kalian. Jalanilah semua keperluan selangkah demi selangkah, setiap bulannya, dan niscaya pada hari H pernikahan semua telah lengkap. Selamat menjalani kehidupan pernikahan!

Budget menikah yang minim kerap kali menjadi permasalahan beberapa pasangan yang ingin menyelenggarakan hari besar mereka itu. Banyak pasangan yang pada akhirnya mengandalkan bantuan hutang atau pinjaman bank untuk membiayai rancangan pesta pernikahan yang diinginkan. Terkadang alasannya tidak begitu berbobot: tidak ingin dianggap tidak mampu menyelenggarakan pesta oleh keluarga. Alasan ini terkadang dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang salah satunya adalah takut dianggap pernikahan itu terjadi akibat ‘kecelakaan’.

Sejatinya pernikahan itu bagian terpenting terletak pada ucapan sahnya pasangan baru sebagai suami dan istri. Perkara pesta itu sebenarnya hanya tambahan saja bila merasa mampu untuk menggelar. Tidak ada suatu kewajiban yang mengharuskan pasangan baru ini mengadakan pesta megah untuk merayakan kebahagiaan mereka sebagai pasangan suami istri yang baru. Lebih tepatnya tidak ada hukum yang mengharuskan penyelenggaraan pesta yang megah dan mewah untuk merayakan sebuah pernikahan. Apa gunanya berhutang untuk merealisasikan keinginan membuat pesta namun setelah acara berakhir justru akan membebani Anda dengan cicilan pinjaman yang besar dan tenor pembayaran yang lama? Padahal Anda dan pasangan pasti memiliki keinginan lain seperti bulan madu dan berencana memiliki anak.

Untuk menghindari Anda dari permasalahan tambahan setelah pesta pernikahan berakhir, kami sajikan ulasan singkat mengenai beberapa tips untuk mengadakan pesta pernikahan dengan budget di bawah Rp50 juta. Ingat bila ingin pesta ini berjalan dengan baik, maka tenaga Anda dan pasangan harus dipergunakan sebaik mungkin ya.

1. Buatlah Pos Pengeluaran

Wedding Budget via womenofworth.co
Wedding Budget via womenofworth.co
Buatlah beberapa pos pengeluaran untuk mengalokasikan dana Anda secara tepat sasaran. Untuk memberikan kesan mewah, alokasikan persentase dana yang cukup besar untuk bagian dekorasi. Hal ini akan memberikan kesan baik dan megah bagi para tamu undangan yang hadir - tanpa mereka tahu bahwa dekorasi ini tidak memakan biaya. Alokasikan sekitar 30% dari Rp50 juta atau sekitar Rp15 juta dan usahakan biaya dekorasi tidak melebihi dari yang direncanakan. Bila membutuhkan beberapa barang, cari alternatif lain selain membeli. Bila memiliki barang yang bisa mendukung dekorasi dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkannya, mengapa tidak dimanfaatkan saja?

Selain itu, pengeluaran terbesar kedua juga jatuh kepada keperluan makanan. Makanan merupakan fokus utama dari para tamu undangan yang hadir. Membuat pernikahan yang megah berarti tidak boleh ada kejadian tamu undangan tidak dapat makanan. Alokasikan dana kurang lebih sekitar Rp15 juta untuk catering dan cermati menu supaya kombinasi makanan yang dihidangkan tidak monoton untuk tamu undangan.

2. Cari Paket Gedung

Peket Gedung Dengan Dekorasi via ruiyichem.com
Peket Gedung Dengan Dekorasi via ruiyichem.com
Nah keperluan kedua adalah sewa gedung. Anda dan pasangan harus sama-sama rajin mencari dan survei harga di beberapa gedung pernikahan. Kalau mau menghemat pengeluaran, sebaiknya jangan pilih sewa ballroom hotel bintang 5 karena jelas pengeluaran Anda bisa sangat tersedot untuk kebutuhan ini.

Anda bisa mencari gedung yang disewakan khusus untuk pernikahan. Biasanya pihak yang menyewakan gedung tersebut sudah memasang paket persewaan gedung lengkap dengan kebutuhan sound system, AC, dekorasi, hingga riasan pengantin. Dalam memberi kesan mewah untuk gedung sebenarnya difokuskan pada dekorasi ruangan yang bagus sehingga meskipun bukan menyewa ballroom hotel, tamu undangan tidak akan merasa kecewa juga.

Selain itu, untuk akad nikah lebih baik gunakan masjid atau gereja, bisa juga balai pertemuan warga atau balai serbaguna. Hal ini akan membantu Anda untuk mendapatkan sewa gedung dengan harga yang cukup terjangkau, biasanya di bawah Rp5 juta. Apalagi kalau sewa gedung tersebut juga sudah dilengkapi beberapa fasilitas lain seperti yang sudah disebutkan di atas, alokasi biaya Anda bisa digunakan untuk keperluan lain atau dana untuk kejadian tak terduga.

3. Makanan

Makanan Catering via makanponyo.com
Makanan Catering via makanponyo.com
Sudah disebutkan bahwa makanan merupakan fokus utama dari tamu undangan pernikahan. Ini juga menjadi cerminan bahwa Anda dan pasangan juga bisa merajakan tamu dengan hidangan yang menggugah selera. Referensi dari rekan dan keluarga mungkin akan mengarahkan Anda pada beberapa nama catering besar yang sudah terkenal akan kualitas dan rasa makanan yang tidak mengecewakan. Tapi jelas bahwa mereka pun tidak mau dibayar murah. Bila Anda menginginkan catering yang menyediakan makanan enak dengan harga yang relatif lebih miring, Anda dan pasangan harus rajin-rajin mencari dan survei ke beberapa catering, membandingkan rasa dan harga antara catering satu dengan lainnya untuk mendapatkan kesepakatan terbaik yang bisa menekan pengeluaran Anda.

Yang terpenting dalam hal ini adalah perencanaan tamu undangan yang akan hadir. Bila Anda bisa memprediksi tamu undangan yang akan hadir (biasanya dengan rumus jumlah undangan disebar kali dua) maka Anda bisa memesan makanan pada catering dengan jumlah yang tidak terlalu berlebihan dan hal ini jelas akan menghemat pengeluaran Anda dalam kebutuhan makanan.

4. Melakukan Gotong Royong

Wedding Preparations via blog.loveawake.com
Wedding Preparations via blog.loveawake.com
Sadar kalau budget minim untuk menyelenggarakan pesta pernikahan? Maka Anda dan pasangan harus siap kerja keras untuk mengerjakan semuanya sendiri. Bila membutuhkan bantuan, hubungi keluarga dan rekan yang siap membantu segala perencanaan Anda dalam mempersiapkan pesta pernikahan.

Bukannya mau memanfaatkan, tapi biasanya rasa kekeluargaan yang erat antar anggota keluarga dan tetangga bisa menimbulkan rasa gotong royong dalam mengerjakan proyek pesta pernikahan Anda. Jangan malu untuk meminta bantuan pada keluarga, tetangga, atau rekan-rekan Anda dalam mengerjakan segala persiapan pernikahan Anda. Toh kalau memang dekat pasti mereka juga tidak akan sungkan untuk mengerahkan tenaga dan waktu dalam membantu Anda menyelenggarakan pesta pernikahan ini.

5. Gunakan Kreativitas Anda

Manfaatkan Baju Pengantin Ibu atau Saudari Anda via labrisaphotography.com
Manfaatkan Baju Pengantin Ibu atau Saudari Anda via labrisaphotography.com
Anda sadar bila perencanaan biaya Anda tidak bisa terlalu tinggi. Maka akali beberapa pengeluaran Anda dengan mengalihkannya pada persewaan atau menggunakan barang yang diwariskan dari keluarga. Bukan berarti pelit, tapi memang menghemat pengeluaran harus diakali dengan berbagai cara salah satunya memperkecil jumlah barang yang harus dibeli (terutama yang sifatnya sekali pakai).

Misalnya baju pengantin. Baju pengantin biasanya tidak digunakan berkali-kali setelah pesta pernikahan berakhir. Daripada mengeluarkan biaya untuk membeli baju pengantin, tidakkah lebih baik bila Anda menggunakan baju pengantin yang diwariskan dari ibu atau sanak saudara Anda?
Selain baju pengantin, Anda juga bisa menghemat pengeluaran misalnya dari riasan pengantin yang tidak perlu menggunakan jasa make up artist tapi salurkan kemampuan dan keahlian baik itu Anda, keluarga, maupun rekan Anda dalam menyulap Anda menjadi raja dan ratu sehari lewat riasan yang mengagumkan. Selain menghemat biaya pernikahan, Anda juga memfasilitasi bakat mereka dalam mendadani orang.

Masih butuh dana untuk membiayai orang yang akan mendokumentasikan pesta Anda? Daripada begitu, fasilitasi rekan-rekan yang hobi fotografi untuk meliput acara Anda mulai dari prosesi awal sebelum akad nikah hingga pesta pernikahan. Bonusnya? Anda mendapat dokumentasi yang baik dengan pengeluaran yang minim bahkan sangat mungkin mencapai nol rupiah.

6. Menghemat Biaya Hiburan

Minta Teman Anda Untuk Mengisi Acara via truephotography.com
Minta Teman Anda Untuk Mengisi Acara via truephotography.com

Biasanya, pesta pernikahan membutuhkan hiburan seperti penyanyi dan pengiring musik. Tak jarang beberapa pasangan suami istri baru ini menggunakan jasa penghibur sekaligus pembawa acara dari luar. Daripada mengeluarkan biaya untuk membayar orang dalam membawakan acara Anda dan membangun suasana yang meriah, lebih baik bila Anda menggunakan jasa keluarga atau teman-teman Anda yang terkenal pandai berbicara dan ramah, sehingga akan membangun suasana pesta pernikahan Anda menjadi lebih meriah.

Selain menyalurkan hobi mereka, Anda juga akan menghemat pengeluaran bagian keperluan hiburan. Kalau pun Anda menginginkan iringan musik, Anda bisa menyewa jasa organ tunggal yang bisa memberi iringan musik lengkap dalam satu instrumen. Di samping menghemat space yang bisa digunakan untuk meletakkan barang lain atau lebih memperluas space dan ruang gerak bagi tamu undangan, biayanya pun relatif murah, yaitu sekitar Rp3 juta.

Anggarkan Dengan Baik 

Berbagai macam cara untuk menghemat budget pernikahan bisa ditempuh dalam berbagai macam cara. Poin-poin di atas merupakan beberapa alternatif yang bisa Anda tempuh untuk menghemat pengeluaran. Yang jelas dan yang terpenting Anda harus bisa memprediksi, memproyeksi, dan mengkalkulasi rencana pesta pernikahan secara detail dan teliti. Jangan lupa untuk memasukkan kemungkinan dari kejadian tak terduga.

Artikel Terbaru

[recent][fbig1][#1d8bee]

Bisnis

[Bisnis][fbig1][#1d8bee]

Asuransi

[Asuransi][fbig1][#1d8bee]

Wisata

[Wisata-Indonesia][fbig1][#1d8bee]

Ikuti Informasi Menarik Dari Kami Melalui Email

Diberdayakan oleh Blogger.