Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai Pendidikan dari situs Wisatasia, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.

Kalau Anda sudah merencanakan memiliki anak, Anda sebaiknya tidak main-main dalam merencanakan kehidupan bersama buah hati. Kenyataannya banyak orang tua yang tidak siap dalam membesarkan anak, termasuk mencukup kebutuhannya mulai dari kebutuhan dasar hingga masalah dana pendidikannya. Sekolah sebagai tempat anak mendapatkan ilmu dan pendidikan setelah di lingkungan keluarga kini kebanyakan mematok biaya pendidikan yang relatif tinggi untuk setiap iuran yang dibebankan kepada orang tua. Maka pemerintah pun akhirnya turun tangan dengan memberikan bantuan operasional sekolah atau BOS sehingga anak-anak bisa bersekolah dengan iuran yang lebih rendah.

Selain masalah biaya yang terus meningkat, batas waktu mendaftarkan anak Anda di sekolah juga ada aturannya. Jadi Anda tidak bisa semena-mena mendaftarkan anak Anda ke sekolah dengan tolok ukur perasaan Anda. Anda harus mengikuti aturan yang berlaku ketika mendaftarkan putra putri Anda ke sekolah baik itu sekolah negeri maupun swasta. Bila Anda tidak mempersiapkan diri untuk dapat membiayai pendidikan putra putri Anda, akan sangat sulit untuk mendapatkan pinjaman dana dengan proses pencairan yang cepat guna membiayai pendidikan sesuai batas waktu yang ditentukan.

Tidak mau kan mengalami cerita panik akibat masalah biaya yang harus ditanggung? Oleh sebab itu, perhatikan beberapa tips berikut yang ditujukan bagi para orang tua dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak agar tidak ada cerita panik untuk mencari modal pembiayaan pendidikan buah hati.

1. Sisihkan Pendapatan

Sisihkan Pendapatan Anda via img.hipwee.com
Sisihkan Pendapatan Anda via img.hipwee.com
Sisihkan sebagian pendapatan sebagai anggaran pendidikan buah hati sedini mungkin. Jangan pernah berpikir untuk menunda-menunda persiapan dana pendidikan anak. Sejatinya semakin lama Anda memulai menyisihkan dana untuk pendidikan anak, semakin sulit nantinya Anda mendaftarkan anak Anda ke sekolah karena faktor-faktor penghambat seperti semakin tingginya biaya masuk dan iuran bulanan sekolah.

Usahakan untuk sedini mungkin memulai menyisihkan pendapatan baik itu dari Anda maupun pasangan. Ini jelas akan membantu meringankan beban biaya pendidikan anak ketika mereka mulai masuk sekolah. Misalkan Anda mulai menabung untuk pendidikannya sejak anak usia 1 tahun, sehingga di usia 4 tahun ketika anak masuk TK, Anda tidak terlalu berat dalam membayar biaya masuk dan iuran bulanan sekolah. Akan lebih baik lagi sedari Anda dan pasangan belum merencanakan memiliki anak tapi sudah memiliki tabungan pendidikan. Semakin dini Anda memulai menyisihkan pendapatan untuk tabungan terutama tabungan pendidikan, semakin Anda tidak terbebani dengan biaya sekolah yang cukup tinggi.

2. Jumlah Anak

Jumlah Anak via gulalives.com
Jumlah Anak via gulalives.com
Bila Anda merencanakan untuk memiliki anak lebih dari satu, pastikan Anda bisa mengatur pembagian sisihan pendapatan itu secara adil untuk kebutuhan pendidikan setiap anak. Semakin banyak jumlah anak yang ingin Anda miliki, semakin tinggi biaya yang harus Anda persiapkan untuk menunjang kehidupan mereka dan pendidikan mereka nantinya. Perlu Anda pertimbangkan lagi bahwa semakin tinggi level pendidikan maka kebutuhan sekolahnya pun akan semakin banyak dan mahal mulai dari kebutuhan biaya iuran sekolah, kebutuhan pendukung belajar, pembelian alat tulis, kegiatan praktikum, semuanya memerlukan biaya tambahan yang mungkin akan memberatkan Anda bila Anda tidak merencanakan penganggaran secara detil dan rapi.

Sebagai saran dan untuk mendukung gerakan KB, akan lebih baik bila Anda dan pasangan membatasi jumlah anak maksimal 2 orang. Selain mengontrol jumlah penduduk di Indonsia, ini akan meringankan Anda dari beban pembiayaan hidup anak Anda – termasuk dengan biaya pendidikannya.

3. Buat Anggaran

Buat Anggaran via tharunka.arc.unsw.edu.au
Buat Anggaran via tharunka.arc.unsw.edu.au
Anda perlu untuk merancang anggaran pendidikan anak dengan detil. Selain menyesuaikan jumlah anak, Anda juga harus memperhitungkan kemampuan Anda dalam pembiayaan sekolah terkait dengan sekolah tujuan. Hal yang penting dari sebuah sekolah adalah esensi ilmu yang diberikan oleh guru kepada para muridnya. Anda tidak perlu mengikuti gengsi untuk memasukkan anak Anda ke sekolah elite yang mungkin biayanya berkali-kali lipat dari sekolah biasa. Biasakan untuk bersikap realistis, rencanakan sekolah yang dituju juga berkaitan dengan kemampuan membayar Anda.

Selain berkaitan dengan masalah biaya, sekolah elite tidak menjamin anak Anda merasa nyaman dan bahagia dalam belajarnya. Bisa jadi di dalam sekolah dia tidak merasa menjadi dirinya sendiri atau kerap merasa minder dengan teman-teman sebayanya. Alhasil anak menjadi tidak semangat belajar dan kemungkinan untuk tidak hadir semakin tinggi. Ini artinya Anda sebagai promotor pendidikan akan rugi dalam membiayai pendidikan anak Anda di sekolah elite tersebut.

4. Buat Prioritas Keuangan

Buat Prioritas Keuangan via commonwealthfoundation.org
Buat Prioritas Keuangan via commonwealthfoundation.org
Jadilah orang yang memiliki prioritas terutama dalam hal pengaturan keuangan. Hal ini sangat penting dilakukan ketika Anda menyadari posisi Anda tidak sebagai orang yang sangat berkecukupan sehingga harus membuat daftar prioritas apa saja hal-hal urgent yang harus didahulukan urusannya. Jika Anda merasa bahwa keadaan Anda sekarang sangat membutuhkan banyak dana untuk kebutuhan dan keperluan hidup sehari-hari dan merasa sulit untuk menyisihkan pendapatan Anda dengan pasangan, Anda harus belajar mengatur mana hal yang menjadi prioritas dan mana hal yang pemenuhannya bisa ditunda.

Bila Anda merasa bahwa pendidikan buah hati cukup menjadi prioritas yang tinggi dalam daftar Anda, sebaiknya Anda sisihkan pendapatan dan alokasikan lebih banyak untuk pendidikan anak. Bisa juga Anda menghapus beberapa keinginan dari daftar prioritas. Ketika Anda sudah menjadi orang tua, bukankah anak memang menjadi prioritas utama?

5. Alokasi Dana

Alokasi Dana viacache-blog.credit.com
Alokasi Dana viacache-blog.credit.com
Alokasikan dana dengan mengkalkulasinya secara cermat dan detil tanpa mengorbankan kebutuhan lain yang sama pentingnya. Dalam hal ini, prioritas juga harus mencakup kebutuhan yang dasar, jadi realistis saja, tanpa pemenuhan kebutuhan ini maka kehidupan Anda akan terganggu dalam mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan sekunder apalagi tersier. Menabung memang sesuatu yang wajib bila Anda sudah menjadi orang tua atau sudah berkeluarga tapi tidak berarti kebutuhan yang lain menjadi terlantar.

Idealnya untuk memiliki tabungan setidaknya nominal tabungan tersebut adalah 10% dari akumulasi pendapatan Anda dan pasangan setiap bulan. Selebihnya bisa Anda gunakan untuk keperluan lainnya. Jadi menabung memang kegiatan disiplin untuk menyisihkan sebagian pendapatan yang nantinya hasil akumulasi ini bisa digunakan salah satunya untuk keperluan pendidikan anak namun Anda juga tidak boleh menelantarkan kebutuhan lainnya karena hidup Anda juga bergantung pada kebutuhan sandang, papan, dan pangan.

6. Miliki Asuransi Atau Tabungan Pendidikan

Miliki Asuransi Pendidikan Atau Tabungan Pendidikan via watchdog.org
Miliki Asuransi Pendidikan Atau Tabungan Pendidikan via watchdog.org
Bila Anda merasa kesusahan dalam merencanakan dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan dengan maksud pembiayaan hal-hal yang direncanakan terjadi di masa mendatang, Anda bisa menggunakan jasa agen asuransi atau tabungan pendidikan. Pihak penyedia jasa asuransi ini biasanya menjadi pendukung Anda yang paling kuat karena mau tidak mau, suka tidak suka, Anda akan dipaksa untuk menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk diinvestasikan dalam bentuk asuransi.

Tabungan pendidikan anak pun juga seperti itu. Pembayarannya ada yang dilakukan dengan pemotongan gaji yang ditransfer lewat rekening tabungan Anda. Hal ini jelas akan memudahkan Anda dalam menyisihkan pendapatan karena besar nominal yang ada di rekening tabungan adalah murni uang yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya setelah dipotong untuk tabungan pendidikan anak.

Displin Menabung

Kebiasaan ini tidak bisa membuahkan hasil dalam waktu yang singkat maka Anda perlu disiplin untuk membuahkan hasil yang maksimal. Selain itu, kebiasaan disiplin ini akan mempermudah Anda sendiri nantinya terutama bila menghadapi masalah biaya pendidikan anak, apalagi kalau anak Anda tidak hanya satu.
 
Pada intinya untuk masalah dana pendidikan anak, Anda hanya perlu mendisiplinkan diri dalam membuat prioritas kebutuhan, disiplin menyisihkan pendapatan, dan disiplin dalam pelaksanaannya. Jangan sampai tergoda untuk mengutak-atik dana simpanan Anda. Bila Anda merasa tidak yakin untuk mengelola tabungan ini sendiri, Anda bisa menyerahkannya pada bank yang memberikan produk layanan tabungan pendidikan. Sistemnya adalah pemotongan dana yang ada pada rekening tabungan gaji Anda dan langsung mendepositkannya kepada tabungan pendidikan. Hal ini akan meringankan beban Anda karena setiap kali Anda menerima gaji Anda sudah tidak dipusingkan lagi mengenai pembayaran uang tabungan yang akan digunakan untuk pembiayaan pendidikan anak namun bisa langsung dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Mengetahui pentingnya memiliki tabungan pendidikan bagi anak Anda, sudah memutuskan untuk memiliki tabungan pendidikannya?

Kamu baru saja lulus dari SMA? Sudah tahu mau lanjut kuliah atau kerja? Atau mau dua-duanya?
Pertanyaan terakhir ini cukup menjadi tantangan bagi para kaum muda, terutama bagi para lulusan SMA atau SMK. Mau kemana setelah lulus SMA atau SMK? Pilihannya, kalian bisa melanjutkan studi kuliah, bekerja, atau menganggur. Semuanya tergantung pada keputusan masing-masing individu. Mengapa? Karena sejatinya setelah seseorang lulus SMA atau SMK (atau sekolah setingkat itu) sebenarnya sudah mampu dikatakan dewasa secara umur. Sudah layak dan pantas bila kalian memutuskan apa yang ingin kalian kejar dan mimpi apa yang ingin kalian wujudkan. Meski terlalu dini untuk berbicara mengenai “ingin menjadi apa nantinya” namun keputusan kalian saat ini sangat berdampak pada kehidupan kalian untuk jangka panjang.

Bila kamu memilih untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, tepuk tangan meriah akan kamu dapatkan. Mengapa? Karena keputusan untuk kuliah sebenarnya didasari oleh dua hal: kemampuan otak dan kemampuan finansial. Kemampuan otak tidak sepenuhnya mengenai kecerdasan intelektual namun juga kesadaran dan niat. Selain itu kita tahu bahwa tidak bisa dipungkiri lagi biaya pendidikan terus naik, terutama untuk biaya pendidikan di bangku kuliah yang terbilang tinggi. Maka tak jarang lulusan SMA yang pada akhirnya tidak bisa melanjutkan pendidikan akibat terhambat masalah biaya.
Di zaman yang canggih dan jauh lebih fleksibel sekarang ini, masalah biaya pendidikan mulai didukung oleh banyak pihak. Beberapa bahkan memberikan sumbangsih yang bisa dikatakan cukup besar kepada para siswa berprestasi untuk dapat melanjutkan studinya. Harapannya adalah supaya para bibit unggul ini menjadi pribadi yang berpendidikan tinggi dan memajukan Indonesia, meski kita juga tahu bahwa beberapa di antaranya menaruh harapan akan feedback berupa kontrak kerja dengan mereka yang mendapatkan sumbangsih pendidikan dari pihak tertentu tersebut.

Kamu ingin melanjutkan studi namun terhambat masalah biaya? Berikut ini adalah beberapa sumber dana untuk membantu kamu membayar biaya kuliah sendiri tanpa bantuan orang tua 

1. Dari Beasiswa

Aktif Mencari Beasiswa via knowcache.com
Aktif Mencari Beasiswa via knowcache.com
Poin yang satu ini akan menjadi peluang besar bagi kamu sekalian yang ingin melanjutkan studi tanpa harus membebani orang tua. Kamu harus aktif mencari beasiswa yang bisa memberikan biaya pendidikanmu selama duduk di bangku kuliah. Memang tidak mudah, namun informasi untuk mendapatkan beasiswa telah disebar dengan mudah. Lewat internet, koran, radio, pengumuman di papan publik, mana yang tidak menjadi lahan informasi? Kuncinya hanya niatmu untuk mencari informasi terus menerus dan coba untuk apply permohonan beasiswa.

Selain kamu sudah dimudahkan dalam informasi yang disebar melalui berbagai media, beruntunglah kamu karena sekarang berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta serta berbagai sektor perusahaan yang menyediakan berbagai jenis beasiswa mulai dari parsial hingga beasiswa penuh. Jenis beasiswa ini juga beragam bisa mulai dari awal masuk kuliah atau mungkin bisa diajukan ketika kamu sudah berada di tengah semester.

Beasiswa yang disebar sekarang pun tak terbatas untuk pembiayaan pendidikan di bangku kuliah di dalam negeri saja namun juga di luar negeri. Bahkan negara tetangga kita, Singapore, kerap kali membuka kesempatan mendapatkan beasiswa sejak ingin masuk SMA di Singapore. Tujuannya agar lebih bisa menguasai bahasa Inggris dan menyamakan level pendidikan di sana sebelum masuk dalam universitas di Singapore. ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Kuliah itu memang keras. Tapi hidupmu akan lebih keras lagi bila tidak kuliah apalagi bekerja. Mengapa? Di bangku kuliah, kamu akan mendapatkan berbagai teori ilmu dan di dunia bekerja kamu akan dapat mengaplikasikan teori, mendapat informasi yang lebih realistis mengenai teori, sehingga bisa jadi kamu mendapat solusi yang lebih baik dalam menghadapi berbagai masalah yang kaitannya dengan pekerjaanmu nantinya.

Kalau kamu mau cek untuk informasi beasiswa dalam negeri, coba terus pantau informasi beasiswa S1 yang mungkin ada dari beberapa perusahaan maupun lembaga berikut:
  •         Bidik Misi
  •         Djarum Foundation
  •         Sampoerna Foundation
  •         ASTRA
  •         Yayasan Orbit Ainun Habibie
Mau kuliah S2? Ada juga  beasiswanya dan tidak jarang diadakan melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan berbagai negara, sebagai contoh:
  •         Swedish Scholarship for International Students
  •         Fulbright Foreign Student Program
  •         Australian Awards Scholarship
  •         Erasmus Mundus
  •         Monbukagakusho
Kata siapa cari beasiswa susah?

2. Dari Pinjaman

Ajukan Pinjaman via bestpersonalloan.files.wordpress.com
Ajukan Pinjaman via bestpersonalloan.files.wordpress.com
Poin terakhir ini bisa jadi menjadi pilihan terakhir bila poin 1 dan 2 kamu rasa tidak bisa dilakukan untuk alasan-alasan tertentu yang (seharusnya) masuk akal. Bila kamu memang harus mengajukan pinjaman untuk pembiayaan kuliah, perhatikan 2 hal berikut yang harus kamu garis bawahi sebelum menunjuk siapa pihak yang kamu rasa bisa memberikan pinjaman.

1. Hindari Renternir

Pilihlah orang yang benar-benar mapan dan dekat denganmu bila kamu benar-benar harus meminjam uang untuk keperluan ini. Mengapa kamu harus menghindari peminjaman dari renternir? Kamu tidak bisa menjamin kapan kamu bisa melunasi semua pinjamanmu beserta bunganya, bahkan sekalipun kamu meminjam, kamu mungkin harus tetap mencari pekerjaan untuk membayar cicilan pinjamanmu beserta bunganya. Dua kali kerja? Ya. Tapi untuk beberapa kasus tertentu memang pinjaman menjadi alternatif terbaik dalam pembiayaan. Hanya saja, hindari peminjaman dari renternir untuk menghindari resiko yang mungkin akan membuntuti.

2. Pilih Layanan Pinjaman Yang Tepat

Daripada mengandalkan jasa renternir, akan lebih baik bila kamu mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan resmi yang bisa memberikan pinjaman tanpa agunan seperti bank-bank yang ada saat ini. Mahasiswa kini boleh mengajukan pinjaman yang nantinya dibayar secara cicilan tanpa agunan atau tanpa bunga. Hanya saja, syaratnya kamu harus memiliki pekerjaan tetap yang bisa menjamin bahwa kamu akan melunasi setiap cicilan yang sudah disepakati.

Sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya bila kamu mengkalkulasi biaya total yang akan terjadi selama kamu kuliah, yang bisa mencakup biaya kuliah (normalnya selama 8 semester), biaya hidup, dan kebutuhan lain-lain selama kuliah. Hal ini jelas akan mempengaruhi nominal pinjamanmu. Selain itu, kamu harus mempertahankan prestasimu untuk mendukung kuliahmu selesai pada waktunya yang pada akhirnya tidak mengharuskan kamu membayar uang kuliah untuk beberapa semester yang tertunda atau mengulang.

Nah, kamu tidak perlu khawatir lagi untuk pembiayaan kuliahmu meski kamu tidak tergantung pada orang tua karena banyak sekali pihak yang bisa membantumu. Tetapi pihak utama yang bisa membuat keadaanmu lebih baik adalah kamu sendiri. Jadi pada intinya, berjuanglah untuk pendidikanmu dan berjuanglah untuk hidupmu!Beasiswa SMA maupun S1 hingga S3 semuanya ada tersebar di zaman serba canggih ini.

3. Cari Kerja

Cari Kerja via jordico.com
Cari Kerja via jordico.com
Merasa tidak cukup pintar untuk memenuhi syarat pengajuan beasiswa? Niatmu untuk belajar dan menambah ilmu saja tidak cukup. Biaya pendidikanmu tidak hanya lunas dari sekedar niat belajar. Dosenmu mungkin hanya akan tersenyum sinis bila kamu sekedar bilang “Saya akan niat belajar, Pak, Bu!” Jika kamu memang merasa tidak mampu untuk mengajukan beasiswa sebagai bantuan pembiayaan pendidikanmu, maka kamu harus berjuang dengan cara lain, misalnya cari kerja.

Mencari pekerjaan ini tidak harus pekerjaan yang full time. Kamu juga bisa mengajukan diri ke beberapa tempat usaha sebagai pekerja part time atau paruh waktu. Kerahkan tenagamu untuk bekerja dan mengumpulkan uang. Malu? Mengapa harus malu? Bahkan mahasiswa sekarang justru memiliki harga diri yang lebih tinggi ketika mereka bisa mendapatkan uang dari hasil usaha dan bekerja sendiri daripada hanya sekedar menggantungkan segala kebutuhannya pada orang tua.

Mau jadi apa? Jangan tanya. Banyak sekali pebisnis yang membutuhkan jasa mahasiswa pekerja paruh waktu. Beranikan dirimu untuk mengajukan lamaran bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko, penjaga rumah makan, reseller atau bagian marketing toko, bisa juga sebagai pengajar untuk anak-anak sekolah di sekitar rumah atau lingkungan kampus, atau berjualan secara online. Semuanya akan tetap menghasilkan penghasilan yang layak bila kamu kerjakan sepenuh hati.

Banyak Jalan Menuju Roma

Banyak jalan menuju roma, banyak  juga sumber dana untuk membantu kamu tetap kuliah tanpa bantuan orang tua. Dengan menggunakan kreativitas kamu, banyak hal selain cara diatas yang dapat kamu lakukan untuk dapat kuliah dengan biaya sendiri. Namun yang perlu diingat, jangan sampai hal yang kamu lakukan untuk tetap kuliah justru malah akhirnya membuatmu terlarut dan tidak fokus pada kuliah sedang dijalani.

Kebutuhan negara Indonesia kepada sumber daya manusia yang berkualitas begitu tinggi. Tidak hanya mengenai kebutuhan sumber daya manusia yang dibekali oleh pengetahuan luas dan mendalam tetapi juga bekal pendidikan moral yang baik. Maka untuk menyediakan kebutuhan yang urgent berikut, perguruan tinggi merupakan pihak yang cukup bertanggung jawab menelurkan generasi penerus yang berkualitas lewat jasanya dalam bidang pendidikan.

Masalahnya muncul ketika ‘pabrik’ sumber daya manusia berkualitas ini memakan biaya operasional yang cukup tinggi yang biasanya didapat dari iuran para pelajarnya. Karena tidak semua orang berada di posisi memiliki faktor kemampuan otak dan kemampuan finansial, pada akhirnya ada beberapa orang berpotensi dalam hal pengetahuan dan moral ini tidak bisa diolah secara lebih baik dan mendalam lagi lewat sebuah kampus.

Bila Anda di posisi orang yang memiliki potensi pengetahuan yang tinggi namun tidak memiliki kemampuan finansial yang mendukung, jelas bahwa kesempatan pengolahan diri Anda sebagai sumber daya manusia yang berkualitas bisa dikatakan sedikit terhambat. Meski kita tahu bahwa tidak pasti juga semua kampus pasti mampu menelurkan generasi penerus yang berkualitas, namun pada fungsi utamanya kampus adalah pihak yang mengolah pribadi berpengetahuan luas, detil, dan mendalam ini dengan memiliki jiwa yang didasari pada pengetahuan moral yang baik.

Bagaimana perasaan Anda berada di posisi seperti itu? Sangat tidak menyenangkan, bisa jadi begitu. Pasrah, juga menjadi jawaban sebagian orang. Namun perlu Anda tahu bahwa bukan itu yang dibutuhkan negara ini sekarang. Selain memiliki dasar pengetahuan yang cukup, pendidikan moral yang baik, harus ada juga semangat dari setiap pribadi tersebut untuk berjuang mengubah nasibnya yang pada akhirnya bila dilakukan secara massif akan mengubah nasib negara ini menjadi negara yang maju.

Maka, untuk mendukung supaya Anda tidak berhenti meneruskan pendidikan di bangku kuliah, dari dalam diri Anda sendiri harus ada semangat untuk terus memperjuangkan apa yang menjadi hak Anda. Bila masalahnya adalah soal biaya, Anda perlu mengetahui bahwa 3 opsi berikut tersedia untuk membantu Anda keluar dari masalah finansial yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan Anda.

1. Bantuan Negara

Bantuan Negara Berupa Beasiswa via isigood.com
Bantuan Negara Berupa Beasiswa via isigood.com

Dulu ada bantuan negara khusus di bidang keuangan yang membantu para mahasiswa cerdas supaya tidak kena drop out karena masalah ekonomi, namanya Kredit Mahasiswa Indonesia atau KMI. Untuk mendapatkan KMI, Anda harus menjaminkan ijazah Anda dan dana akan cair ketika Anda telah berhasil menyelesaikan tugas akhir. Pembayaran pelunasan wajib dilakukan setelah Anda dinyatakan lulus.

Kini kebijakan ini direvisi dalam UU Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa pemenuhan hak mahasiswa dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pemberian beasiswa, pembebasan biaya pendidikan, dan pinjaman dana tanpa bunga. Pembayaran pelunasan dilakukan setelah dinyatakan lulus dan memiliki pekerjaan tetap yang akan menjamin Anda memiliki kemampuan membayar utang pinjaman.

Pemberian beasiswa banyak dilakukan oleh pemerintah kepada mahasiswa berprestasi agar dapat melanjutkan studinya dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Beasiswa ini dibagi menjadi beberapa jenis paket yang terlihat dari cakupan biaya yang ditanggung oleh pemerintah, bisa parsial maupun penuh. Selain itu pemerintah juga menyediakan beasiswa yang dapat diambil dari sebelum masuk kuliah atau saat telah menjalani beberapa semester di perguruan tinggi.

Pembebasan biaya pendidikan hampir sama konsepnya dengan pemberian beasiswa. Banyak pihak kampus juga yang menyediakan program ini kepada para mahasiswanya yang dianggap berprestasi dan memiliki keterbatasan ekonomi dalam pembiayaan kuliahnya.
Pinjaman dana tanpa bunga inilah yang kerap kali menjadi incaran para mahasiswa. Sayang sekali, teknis pinjaman ini masih dalam tahap pembahasan, mengingat kasus dulu pernah terjadi mengenai penunggakan pembayaran pelunasan oleh mahasiswa yang meminjam uang tersebut.

2. Bantuan Perbankan

Ajukan Pinjaman via motorcitycoopcu.com
Ajukan Pinjaman via motorcitycoopcu.com
Bantuan perbankan yang paling terkenal adalah KTA atau Kredit Tanpa Agunan yang lazim digunakan para mahasiswa untuk membiayai pendidikannya di bangku kuliah. Sayangnya, bantuan ini belum ada payung hukum bersama antara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, dan Perbankan.

Bila Anda merasa bahwa bantuan perbankan tidak bisa menjamin Anda akan mendapat cukup dana untuk melunasi biaya pendidikan, mungkin Anda harus mencari cara lain seperti menggadaikan BPKP kendaraan di lembaga keuangan selain bank. Ini mungkin bisa menjadi cara tercepat untuk mendapatkan pinjaman bagi mahasiswa.

Pengajuan kredit ke bank juga bisa dilakukan sebagai salah satu opsi atau alternative dalam mendapatkan pinjaman secara cepat. Seperti yang sudah dilakukan oleh pihak Universitas Gadjah Mada yang menjalin kerja sama dengan bank untuk memberikan kelonggaran kepada para mahasiswa untuk mendapatkan kredit mahasiswa. Namun sasaran untuk kartu kredit ini adalah mahasiswa S2 yang fungsinya sebagai dana talangan yang kemudian hari akan dibayarkan oleh mahasiswa yang mengajukan kredit.

3. Cari uang sendiri

Cari Pekerjaan via jobmail.co.za
Cari Pekerjaan via jobmail.co.za
Bila Anda merasa bahwa pinjaman tidak cukup cepat menyelesaikan masalah Anda, atau mungkin akan meninggalkan masalah lain setelah masalah Anda sekarang selesai. Anda mungkin harus mencari opsi lain dalam mendapatkan dana cair namun tidak bisa dengan waktu yang cepat. Bila Anda bisa memproyeksikan kebutuhan dana Anda sekarang dan di masa yang akan mendatang dan kebutuhan itu sudah mencakup kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari, ada baiknya bila Anda berusaha sendiri dengan cara bekerja.

Bagaimana cara bekerja sendiri padahal Anda masih berstatus sebagai seorang mahasiswa? Mudah sekali. Anda sudah dimudahkan dengan berbagai hal yang menyediakan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja pada beberapa sektor bisnis yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Anda bisa bekerja sebagai apapun sesuai dengan kebutuhan lowongan kerja yang memperbolehkan Anda berstatus sebagai mahasiswa.

Bekerja paruh waktu sesuai dengan bidang pendidikan yang sedang Anda alami akan memberikan manfaat ganda bagi Anda. Pertama, jelas mengenai finansial. Kedua, Anda akan lebih bisa memahami permasalahan yang mungkin muncul terkait dengan bidang pendidikan Anda. Teori yang Anda dapatkan bisa dikembangkan lewat pekerjaan Anda. Sehingga menghubungkan antara teori dan praktik atau realisasinya bisa menelurkan sebuah jawaban atau pengetahuan baru yang mendukung proses pembelajaran Anda di bangku kuliah.

Tiga  opsi di atas hanyalah sebagian alternatif yang mungkin Anda bisa lakukan bila Anda sungguh sangat memerlukan dana cair dalam waktu cepat. Namun akan lebih baik bila Anda dapat memproyeksikan kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari selama kuliah sebelum mengajukan pinjaman. Selain itu pengaturan diri terhadap pinjaman itu harus dilakukan secara ketat karena Anda berurusan dengan uang yang sebenarnya bukan milik Anda, sebaiknya tidak dipergunakan secara semena-mena. 3 opsi di atas tidak bisa menjamin bahwa Anda akan mendapatkan pinjaman dana secara cepat dan mudah. Akan ada konsekuensi masing-masing dari setiap opsi dan itu merupakan resiko yang Anda pilih.

Tips Jika Mengambil Pinjaman Pendidikan

Sebagai tambahan, tips agar Anda tidak terjebak pada keadaan "kebutuhan pinjaman dana cair secara cepat" :

1. Pikirkan Secara Matang

Sukses Kuliah via febrianhadi.wordpress.com
Sukses Kuliah via febrianhadi.wordpress.com
Pikirkan matang-matang mengenai keputusan untuk kuliah. Ingat bahwa kuliah bukan untuk main-main dan biayanya tidak rendah. Anda akan berkorban waktu dan biaya yang jumlahnya tidak cepat dan tidak sedikit.

2. Biaya Pendidikan

Biaya Pendidikan via intisari-online.com
Biaya Pendidikan via intisari-online.com
Proyeksikan kebutuhan pendidikan dan kebutuhan hidup, normalnya selama 8 semester. Semakin lama Anda lulus maka semakin besar biaya yang harus  Anda keluarkan untuk turut mengoperasionalkan kampus, maka gunakan waktu secara tepat supaya Anda bisa lulus tepat waktu.

3. Pekerjaan Sampingan Non Akademik

Cari pekerjaan sampingan yang tidak memerlukan syarat akademik dan detil. Jangan pernah malu dan jangan pernah menganggap rendah sebuah pekerjaan karena Anda pun tidak bisa hidup dan bertahan di kampus tanpa pekerjaan yang Anda anggap sepele tersebut. Anda mungkin bisa bekerja sampingan dengan mengajar anak sekolah atau menjadi ojek online.

4. Hidup Sederhana

Usahakan Tidak Memiliki Gaya Hidup Tinggi via chicagogenie.com
Usahakan Tidak Memiliki Gaya Hidup Tinggi via chicagogenie.com
Usahakan untuk tidak memiliki gaya hidup yang terlalu tinggi. Ingat, bahwa Anda masih belum selesai dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi. Tidak perlu bergaya terlalu tinggi dalam menjadi mahasiswa. Gunakan filosofi padi bahwa semakin otak Anda berisi Anda harus semakin menunduk. Standar gaya hidup yang tinggi akan menuntut Anda pada pengeluaran keinginan yang hanya sebatas memuaskan gengsi, bukan memenuhi sebuah kebutuhan.

Fokus Pada Tujuan Awal Anda Kuliah

Dana atu biaya pendidikan yang tidak sedikit memang sering kali membuat sebagian orang frustasi dan akhirnya menyerah lalu memutuskan untuk tidak lagi melanjutkannya. Oleh karena itu fokus pada tujuan awal Anda kuliah menjadi sangat penting, dengan  mengingat kembali alasan awal Anda kuliah tentu akan memotivasi Anda untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan berbagai cara yang bisa Anda lakukan. Karena salah satu kunci kesuksesan adalah dengan tidak berhenti belajar.

Artikel Terbaru

[recent][fbig1][#1d8bee]

Bisnis

[Bisnis][fbig1][#1d8bee]

Asuransi

[Asuransi][fbig1][#1d8bee]

Wisata

[Wisata-Indonesia][fbig1][#1d8bee]

Ikuti Informasi Menarik Dari Kami Melalui Email

Diberdayakan oleh Blogger.