Dengan adanya penetrasi internet, apakah bisa menggantikan proses jualan desain vektor wajah via offline. Tidak juga. Soalnya kehadiran internet lebih banyak melengkapi kebutuhan offline dibanding menggantikannya. Bila Anda punya keahlian dalam mendesain vektor, terapkan 7 strategi ini untuk menambah penghasilan pribadi.

  1. Menjual Desain di Media Cetak

Meskipun banyak koran berguguran akibat gempuran informasi dari media online, keberadaannya belum punah. Media mainstream seperti Kompas, Media Indonesia, dan bahkan koran lokal juga masih eksis. Rubrik yang biasa menggunakan jasa ilustrasi wajah itu seputar opini dan sastra. Kirimkan saja proposal ke pihak redaktur media cetak tersebut.

  1. Menjual via Media Online

Saat ini, kebutuhan akan gambar asli meningkat drastis seiring perubahan algoritma dari mesin pencari. Sedangkan untuk bertahan hidup, suatu media online membutuhkan traffic atau pengunjung rutin dari mesin pencari. Nah, salah satu syarat agar artikel konsisten berada di halaman pertama itu dengan menggunakan gambar asli.

Soalnya kalau gambar hasil duplikat, apalagi tidak menyebutkan sumber, bisa mengakibatkan penalti dari mesin pencari seperti Google. Selain itu juga bisa kena tuntut dari si empunya foto, kecuali pakai foto di website yang memang boleh diambil secara gratis. Penggunaan ilustrasi wajah via media online sangat kompleks. Bahkan sering digunakan untuk foto profil.

  1. Menjual Jasa Desain lewat Marketplace

Sulitkah proses penjualan desain vektor wajah lewat marketplace? Sangat mudah, meskipun Anda baru menggunakan pertama kali. Kunci dari suksesnya penjualan hasil desain via marketplace ada pada profil dan portofolio. Maka dari itu, bangun portofolio lebih dahulu. Kemudian baru tawarkan jasa desain Anda di sana. Biasanya banyak yang minat.

  1. Menjual Desain lewat Sosial Media

Selama ini, sosial media lebih banyak digunakan untuk berinteraksi dan berbagi kehidupan. Kadang malah hanya digunakan sebagai tempat untuk curhat atau menumpahkan perasaan. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, sosial media Anda bisa dijadikan ladang untuk menghimpun penghasilan tambahan. Salah satunya dengan cara menjual desain ilustrasi wajah.

Masing-masing platform sosial media itu perlu strategi yang berbeda dalam mempromosikan hasil desain Anda. Facebook itu bersifat lebih intim, Youtube lebih terbuka untuk presentasi, Twitter untuk mem-viral-kan jasa Anda, dan Instagram sebagai tempat menaruh gambar. Keempat sosial media tersebut saling mendukung satu sama lain dalam kegiatan promosi.

  1. Jual lewat Forum-Forum

Setiap platform media (termasuk sosial media) itu punya forumnya masing-masing. Kadang dalam bentuk grup khusus. Gabung saja. Tapi, khusus untuk jualan desain ada teknik sendiri. Jangan sampai terlalu sering jualan karena nanti bisa dianggap spam. Terapkan strategi 8 kali berbagi, baru jualan. Bahkan jika perlu fokuskan untuk berbagi saja.

  1. Menjual Desain lewat Website Sendiri

Kan sudah bisa jualan lewat marketplace dan sosial media. Kenapa perlu menjual via website sendiri? Bayangkan jika platform kesayangan Anda itu suatu hari tutup. Ke manakah Anda akan menjual hasil desain tersebut? Dengan adanya website, Anda bisa menggiring target klien yang datang dari sosial media maupun marketplace ke dalamnya.

  1. Jual lewat Microstock

Punya keinginan jual desain tanpa harus sering-sering memantaunya? Coba taruh desain ilustrasi wajah milik Anda ke microstock. Nanti penghasilan yang bakal Anda terima berupa komisi tiap kali ada yang mengunduh. Besaran komisi untuk masing-masing microstok itu punya ketentuan yang berbeda.

Ada satu lagi cara yang cukup efektif untuk jual desain vektor wajah. Caranya dengan menawarkan langsung ke teman Anda sendiri. Meski kemungkinan terjual rendah, tapi masih potensial. Terutama teman yang hobi mengoleksi foto unik. Tawarkan dengan harga murah saja agar tertarik mau beli hasil karya Anda.