Perbedaan UN dan AKM yang Perlu Diketahui

  • Whatsapp
Perbedaan UN dan AKM

Mengerti apa perbedaan UN dan AKM dari seputarkelas.com penting bagi para pelajar atau siapapun yang bergelut di bidang pendidikan. Karena, banyak kabar yang menyatakan bahwa UN akan menjadi pengganti AKM. Apakah benar demikian?.

Dalam Asesmen Nasional terdapat tiga unsur elemen utama yaitu asesmen kompetensi minimum yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK) serta Survei Lingkungan Belajar. Asesmen Nasional tak akan menggeser peran UN untuk evaluasi prestasi atau hasil pembelajaran.

UN pada prinsipnya tidak akan diganti Asesmen Nasional. UN tetap menjadi sumber informasi evaluasi dan pemetaan sejauh mana mutu sistem pendidikan. Ada beberapa perbedaan dari AKM dan UN yang akan seputarkelas.com informasikan, yaitu sebagai berikut ;

Jenjang Pendidikan

Dari segi jenjang pendidikan, terdapat perbedaan antara AKM dan UN. AKM diperuntukkan menjadi penilaian bagi siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMK. Sementara UN dipakai sebagai penilaian untuk siswa SMP/MTs, SMA/MA.

Level Siswa

Pada Ujian Nasional, tidak memiliki perbedaan signifikan dengan sistem lama yaitu dipakai dalam melakukan pengujian kompetensi pada siswa tingkat akhir. Apabila di masa lalu siswa hanya harus mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), maka pada sistem AKM akan diikuti juga oleh siswa kelas V SD, VIII SMP dan kelas XI SMK sebagai salah satu bidang penilaiannya.

Subjek Murid

Ujian Nasional masih dipakai sebagai instrumen untuk melakukan sensus seluruh siswa di tingkat nasional. Ini berbeda halnya dengan AKM yang dilakukan dan diperuntukkan menjadi sensus sekolah dengan menerapkan sampel sejumlah murid saja.

Tingkatan Jenis Tes

Seperti yang sebelumnya, jenis tes UN merupakan jenis highstake yang mempunyai dampak besar serta menjadi variabel sangat penting bagi seorang pelajar ataupun sebagai pengecekan tujuan akuntabilitas pendidikan nasional yang telah ditetapkan pemerintah. AKM termasuk jenis lowstake yang bisa digunakan menjadi alat ukur keberhasilan pembelajaran sampai identifikasi masalah belajar mengajar. Ini dilakukan sebelum akhirnya menghadapi highstake seperti halnya ujian nasional.

Model Soal

Pada Ujian Nasional, bentuk soal yang dibuat yaitu pilihan ganda dan isian singkat bagi SMA atau SMK. Sedangkan pada AKM, model soal yang dibuat lebih banyak ragamnya mulai dari pilihan ganda, menjodohkan, isian singkat, serta uraian.

Periode Tes

Biasanya, lamanya pelaksanaan Ujian Nasional berlangsung selama 4 hari. Namun, pada AKM lama ujiannya termasuk lebih singkat dibandingkan dengan ujian nasional, yaitu hanya 2 hari saja.

Model Pelaksanaan

Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga telah mendorong Ujian Nasional Berbasis Komputer yang mulai dilakukan tahun 2016. Sama halnya dengan UN, pada periode kali ini tes dilakukan dengan sistem semi online. Dalam AKM juga terdapat tiga pelaksanaan yaitu semi online, full online supervised, dan offline bagi sekolah tertentu.

Metode Penilaian

Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, metode pelaksanaan ujian cukup dipengaruhi dengan moda pelaksanaannya, apalagi disaat pandainya seperti sekarang ini. Penilaian UN gerakan dilakukan secara computer based test. Di lain pihak, pada AKM akan menggunakan metode penilaian dengan cara computerized multistage adaptive testing.

Minimal Spesifikasi Sekolah

Kriteria sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional memang harus memiliki server sekolah, komputer client, serta BW. Dalam sistem ujian AKM, ada spesifikasi minimal perangkat yang harus digunakan yaitu komputer client memory 2 GB, Windows 7 ke atas, resolusi 1024 x 720, chrome OS, serta bandwidth untuk 15 client dengan kecepatan 12 mbps.

Itulah pembahasan mengenai apa saja perbedaan AKM dan UN dari seputarkelas.com. Sistem pendidikan yang selalu mengalami kemajuan menuntut adanya perubahan agar lebih baik lagi. Dengan AKM ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Related posts